Perampasan Brutal di Penang: Pekerja Minimarket Dibacok Parang
PENANG — Seorang pekerja minimarket berusia 27 tahun di Taman Bistari, Butterworth, Penang, menjadi korban perampasan brutal pada awal Juni 2026. Korban dibacok berulang kali dengan parang di bagian kepala dan lengan oleh sekelompok perampok yang diduga melarikan diri menggunakan mobil berpelat nomor Singapura.
Insiden yang terekam kamera CCTV ini mencuat setelah video rekaman penyebaran tersebut viral di media sosial Facebook dan TikTok, memicu kemarahan publik dan tuntutan agar Polis Diraja Malaysia (PDRM) segera menangkap pelaku.
Kronologi Serangan yang Terekam CCTV
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, serangan terjadi pada malam hari ketika korban sedang berjaga sendirian di sebuah kedai serbaneka (convenience store) di kawasan Taman Bistari. Tiga pelaku memasuki toko dan langsung menyerang korban dengan parang tanpa peringatan. Korban mengalami luka serius di lengan dan kepala, sementara pelaku membawa lari sejumlah uang tunai sebelum kabur.
Ketua Polis Daerah Seberang Perai telah mengonfirmasi adanya laporan resmi dan menyatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung. Polisi juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk melacak rute pelarian pelaku.
Pola Kejahatan Lintas Batas yang Mengkhawatirkan
Kasus ini menambah daftar panjang insiden kriminal yang melibatkan kendaraan berpelat Singapura di wilayah utara Malaysia. Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution Ismail sebelumnya telah menyatakan keprihatinan terhadap meningkatnya kejahatan lintas batas di Pulau Pinang dan Johor Bahru.
Menurut data PDRM, sepanjang semester pertama 2026, tercatat setidaknya 14 kasus perampasan yang melibatkan kendaraan asing di negara bagian Penang. Jabatan Imigresen Malaysia juga memperketat pemeriksaan di Pangkalan Feri Butterworth dan Kompleks Kastam Bukit Kayu Hitam untuk mencegah pelaku melarikan diri ke luar negeri.
Sumber: AsiaOne, Polis Diraja Malaysia, Juni 2026
0 Comments