Lululemon Terjerat Kontroversi di China: Acara Yoga di Tembok Besar Dipuji Global Times

Lululemon China controversy

Lululemon Terjerat Kontroversi di China: Acara Yoga di Tembok Besar Dipuji Global Times

BEIJING — Brand pakaian olahraga asal Kanada, Lululemon, menghadapi kontroversi di pasar China yang menjadi salah satu pasar kunci mereka. Pemicunya adalah acara yoga yang digelar di Tembok Besar pada 30 Mei 2026 bersama aktor ternama China, Zhu Yilong, yang dihadiri sekitar 2.000 peserta dan dipromosikan sebagai acara yang mempromosikan budaya dan kesehatan China.

Reaksi Media Negara China

Tabloid milik negara, Global Times, memberitakan acara tersebut secara positif sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya China. Namun, kontroversi muncul ketika publik mempertanyakan apakah Lululemon secara tepat menghormati sensitivitas budaya China atau hanya memanfaatkan ikon nasional untuk kepentingan pemasaran.

Menurut Forbes yang melaporkan pada 17 Juni 2026, kontroversi ini mengancam pertumbuhan Lululemon di pasar China yang selama ini menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama perusahaan. Hubungan antara brand internasional dan sentimen nasionalis di China telah menjadi isu yang semakin kompleks.

Implikasi bagi Brand Internasional di China

Kasus Lululemon ini mencerminkan tantangan yang semakin besar bagi perusahaan multinasional yang beroperasi di China. Brand-brand asing harus menavigasi antara strategi pemasaran global dan sensitivitas budaya lokal, di mana kesalahan kecil dapat memicu boikot publik yang masif.

Pasar China tetap menjadi target utama bagi banyak brand pakaian olahraga global, namun kasus ini menunjukkan bahwa pendekatan yang hati-hati terhadap norma budaya dan politik lokal menjadi semakin penting untuk keberhasilan bisnis jangka panjang.

Sumber: Forbes, Global Times

Post a Comment

0 Comments