Korea Utara Kecam Pernyataan Jenderal AS yang Sebut Korea Selatan sebagai 'Belati': Ketegangan Semenanjung Korea Kembali Muncul

Ketegangan Semenanjung Korea

Korea Utara Kecam Pernyataan Jenderal AS yang Sebut Korea Selatan sebagai 'Belati': Ketegangan Semenanjung Korea Kembali Muncul

PYONGYANG — Media negara KCNA (Korean Central News Agency) menerbitkan pernyataan keras dari pemerintah Korea Utara yang mengecam komentar Jenderal Xavier Brunson dari Angkatan Bersenjata AS. Dalam sebuah wawancara, Brunson menyebut Korea Selatan sebagai "belati" (dagger) yang siap digunakan melawan Pyongyang, memicu gelombang kemarahan di Semenanjung Korea.

Pernyataan Jenderal AS Picu Reaksi Pyongyang

Jenderal Xavier Brunson, yang menjabat sebagai komandan kekuatan AS di kawasan Asia-Pasifik, membuat pernyataan tersebut di tengah spekulasi bahwa Washington mungkin akan memperluas peran militer Korea Selatan dalam operasi gabungan. Pernyataan ini ditafsirkan oleh Pyongyang sebagai indikasi bahwa AS sedang mempersiapkan agresi militer terhadap Korea Utara.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga menanggapi ketegangan ini dengan menyatakan bahwa Tokyo akan terus mengupayakan dialog dengan Pyongyang, termasuk meminta KTT bilateral untuk menyelesaikan kasus penculikan warga Jepang yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Konteks Militer: AS-Korsel-Jepang vs Korea Utara

Trilateral AS-Korea Selatan-Jepang semakin memperkuat kerja sama pertahanan di kawasan. Korea Utara di bawah Kim Jong Un telah berulang kali memperingatkan bahwa kehadiran militer AS di Semenanjung Korea merupakan ancaman langsung terhadap kedaulatan negara.

Ketegangan ini semakin memanas setelah Korea Utara dilaporkan membatalkan jadwal kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Jepang di Pyongyang. Sebelumnya, Jepang mengalahkan Korea Utara dengan skor telak di Tokyo, yang dianggap Pyongyang sebagai penghinaan nasional.

Kementerian Pertahanan Korsel, yang dipimpin Menteri Shin Won Sik, menegaskan bahwa aliansi dengan AS tetap menjadi fondasi keamanan nasional. Sementara itu, Komando PBB (UNC) di Seoul meningkatkan kewaspadaan di zona demiliterisasi (DMZ) sepanjang 3 Juni 2026.

Sumber: The Japan Times, Reuters, KCNA, Associated Press

Post a Comment

0 Comments