India dan AS Mendekati Kesepakatan Dagang Bersejarah: Tarif Jadi Kunci Negosiasi Final

Negosiasi perdagangan India-Amerika Serikat

India dan Amerika Serikat Hampir Sepakat dalam Perjanjian Dagang Komprehensif

NEW DELHIIndia dan Amerika Serikat dikabarkan sedang memasuki tahap final negosiasi perjanjian perdagangan bilateral yang dinilai bersejarah, menurut laporan Firstpost dan MSN pada 2 Juni 2026. Negosiasi ini berfokus pada pengurangan tarif berdasarkan penyelidikan Section 301 yang diluncurkan oleh Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR).

Isu Tarif dan Akses Pasar

Menteri Perdagangan India, Piyush Goyal, memimpin delegasi negosiasi yang membahas penurunan tarif bilateral untuk produk-produk kunci. India menuntut pengurangan tarif AS untuk produk teknologi informasi, tekstil, dan produk farmasi dari perusahaan seperti Sun Pharmaceutical dan Dr. Reddy's Laboratories.

Sebaliknya, USTR di bawah Kepala Perwakilan Dagang Jamieson Greer menuntut India membuka akses pasar untuk produk pertanian AS, termasuk kedelai dan produk susu, serta mengurangi hambatan non-tarif untuk perangkat medis dan produk teknologi dari perusahaan seperti Apple Inc. dan General Electric.

Konteks Geopolitik Lebih Luas

Kesepakatan dagang ini juga memiliki dimensi strategis. Presiden AS dan Perdana Menteri India Narendra Modi melihat perjanjian ini sebagai bagian dari strategi Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) untuk mengimbangi pengaruh ekonomi China di kawasan.

Kementerian Luar Negeri India (MEA) melalui juru bicara Randhir Jaiswal menyatakan bahwa India berkomitmen mencapai kesepakatan yang "adil dan saling menguntungkan." Bank Reserve India (RBI) memperkirakan perjanjian ini dapat meningkatkan PDB India hingga 0,5 persen dalam jangka menengah.

Di sisi lain, Kamar Dagang India (FICCI) dan Confederation of Indian Industry (CII) mendesak pemerintah untuk memastikan perlindungan bagi sektor UMKM India yang berpotensi terdampak liberalisasi perdagangan.

Sumber: Firstpost, MSN, Reuters, 1-2 Juni 2026

Post a Comment

0 Comments