Gempa 7.7 SR Guncang Sulawesi Tengah, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami: Ribuan Warga Palu dan Donggala Mengungsi
Gempa Berkekuatan 7.7 SR Terjadi di Laut Sulawesi
PALU — Gempa bumi berkekuatan 7.7 skala Richter mengguncang Sulawesi Tengah pada Senin (9/6/2026) pukul 13.42 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan episentrum gempa berada di koordinat 0.18° LS dan 119.85° BT, sekitar 78 kilometer barat laut Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers darurat di Kantor Pusat BMKG Jakarta menyatakan gempa ini berpotensi tsunami dan mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah pesisir Sulawesi Tengah, khususnya Palu, Donggala, Parigi Moutong, dan Toli-Toli. "Kami mendeteksi potensi tsunami dengan ketinggian gelombang 0.5 hingga 3 meter. Masyarakat pesisir diminta segera mengungsi ke dataran tinggi," ujarnya.
Guncangan Dirasakan Hingga Makassar dan Gorontalo
Guncangan gempa dirasakan kuat di Palu dengan intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI) VIII, menyebabkan kepanikan massal. Warga berbondong-bondong keluar rumah dan kantor. Beberapa bangunan di kawasan Jalan Tadulako dan Pasar Inpres Palu dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura yang sedang berada di Kantor Gubernur Sulteng saat gempa terjadi, langsung mengaktifkan Posko Komando Tanggap Darurat Bencana. "Kami telah menginstruksikan BPBD Sulteng di bawah komando Kepala BPBD M. Idris untuk berkoordinasi dengan seluruh kabupaten/kota terdampak," ujar Rusdy dalam video yang diunggah ke media sosial.
Ribuan Warga Mengungsi ke Titik Kumpul Darurat
Data sementara dari BPBD Kota Palu mencatat sekitar 8.500 warga telah mengungsi ke 12 titik kumpul darurat yang tersebar di dataran tinggi, termasuk Lapangan Gawalise, Stadion Manakarra, dan Bukit Poboya. Kepala BPBD Kota Palu Abdul Malik menyatakan pihaknya telah mendistribusikan 500 tenda darurat dan logistik untuk pengungsi.
Di Kabupaten Donggala, Bupati Yusuf Monoarfa melaporkan kerusakan infrastruktur di beberapa desa pesisir. "Jembatan penghubung Desa Labuan dengan Desa Donggala Kodi mengalami keretakan. Kami sedang evakuasi warga dari zona merah tsunami," ujarnya melalui sambungan telepon dengan Kantor Gubernur Sulteng.
Tim SAR dan TNI Disiagakan
Badan SAR Nasional (Basarnas) telah mengerahkan 250 personel dari Kantor SAR Palu yang dipimpin Kepala Basarnas Palu Djunaidi. Tim dilengkapi dengan helikopter, perahu karet, dan peralatan evakuasi. Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf juga telah menyiagakan 600 personel TNI untuk membantu evakuasi dan pembersihan jalur akses.
Kementerian Sosial melalui Menteri Tri Rismaharini menyatakan telah menyiapkan bantuan logistik senilai Rp 10 miliar yang akan segera dikirim ke Sulawesi Tengah. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana pada Selasa (10/6/2026).
Hingga pukul 17.00 WITA, BMKG mencatat 47 gempa susulan dengan kekuatan terbesar 5.4 SR. Peringatan tsunami masih berlaku dan masyarakat diminta tetap waspada serta tidak kembali ke rumah sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Post a Comment for "Gempa 7.7 SR Guncang Sulawesi Tengah, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami: Ribuan Warga Palu dan Donggala Mengungsi"