Buronan Rusia Ditangkap di Phuket: Igor Dituduh Penipuan Senilai 150 Juta Baht dengan Interpol Red Notice

Penangkapan buronan Rusia di Phuket

Buronan Rusia Ditangkap di Phuket: Igor Dituduh Penipuan Senilai 150 Juta Baht dengan Interpol Red Notice

PHUKET — Petugas imigrasi Thailand telah menangkap seorang warga negara Rusia yang menjadi buruan berdasarkan Interpol Red Notice atas dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen yang menyebabkan kerugian lebih dari 150 juta baht, setelah melacaknya ke sebuah vila mewah di Phuket.

Tersangka, yang diidentifikasi hanya sebagai Igor, ditangkap oleh petugas dari Divisi 6 Kepolisian Imigrasi dan Biro Imigrasi Phuket pada Sabtu (14/6/2026) setelah penyelidikan bersama dengan otoritas Rusia dan Divisi Urusan Luar Negeri Kepolisian Kerajaan Thailand.

Modus Penipuan Dokumen Palsu

Komisaris Biro Imigrasi, Letnan Jenderal Panumas Boonyalak, menyatakan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari penindakan berkelanjutan terhadap buronan asing dan penjahat transnasional yang bersembunyi di Thailand. Menurut kepolisian imigrasi, laporan intelijen mengindikasikan bahwa tersangka — yang dideskripsikan sebagai tersangka penipuan berbahaya — tinggal di Phuket setelah memasuki Thailand awal tahun ini.

Para investigator mengkonfirmasi bahwa Igor merupakan subjek Interpol Red Notice No. A-6580/4-2026, yang diterbitkan pada 27 April 2026, atas tuduhan penipuan dan pemalsuan dokumen. Otoritas Rusia menduga tersangka terlibat dalam jaringan kriminal yang memalsukan dokumen perusahaan untuk memperoleh pembayaran atas barang yang tidak pernah diproduksi.

Dua Kasus Besar Terungkap

Dalam satu kasus pada awal 2025, kelompok ini diduga menggunakan dokumen produksi palsu untuk menipu sebuah perusahaan senilai lebih dari 70 juta baht. Penyelidik juga menduga bahwa pada tahun 2024 jaringan yang sama memalsukan dokumen pengadaan dan transportasi untuk mengamankan pembayaran tambahan, menyebabkan kerugian lebih dari 80 juta baht.

Sistem biometrik Biro Imigrasi menunjukkan tersangka memasuki Thailand melalui Bandara Internasional Phuket pada 7 Maret 2026, dengan izin tinggal hingga 5 Mei dan perpanjangan hingga 4 Juni. Ia dituduh telah tinggal di negara itu selama sembilan hari setelah masa perpanjangan berakhir. Setelah proses hukum di Thailand selesai, tersangka akan dideportasi ke Rusia.

Sumber: The Phuket News, 15 Juni 2026

Post a Comment

0 Comments