
Insiden Pisau di Shanghai World Financial Center Picu Ketegangan diplomatik
SHANGHAI — Seorang pria bersenjatakan pisau menyerang tiga orang di sebuah restoran Jepang di dalam gedung Shanghai World Financial Center di kawasan Pudong New Area, melukai dua warga negara Jepang dan seorang wanita China pada Senin (19/5) sekitar pukul 12:25 waktu setempat.
Detail Korban dan Tersangka
Dua korban Jepang adalah pria, termasuk seorang karyawan senior perusahaan Jepang yang berkantor di gedung tersebut. Wanita China yang menjadi korban ketiga juga ikut terluka. Kedutaan Besar Jepang di Shanghai menyatakan luka kedua pria tersebut serius namun tidak mengancam jiwa, demikian dilansir Kyodo News Agency.
Suspek berusia 59 tahun segera ditangkap oleh polisi Shanghai. Dalam pernyataannya, polisi menyebut tersangka "berbicara tidak koheren dan menunjukkan perilaku mencurigakan." Insiden ini dilaporkan ke polisi sekitar pukul 12:25 dan pengumuman resmi dikeluarkan sekitar pukul 14:30.
Tokyo Tuntut Investigasi Mendalam dari Beijing
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, menyatakan pemerintah Jepang telah memberikan dukungan kepada korban dan menuntut investigasi menyeluruh serta penjelasan tegas dari pihak China. Jepang juga meminta hukuman tegas bagi tersangka, langkah pencegahan, dan perlindungan warga negara Jepang di China.
Kementerian Luar Negeri Jepang mengeluarkan advisory keamanan bagi warga negaranya di China untuk berhati-hati, menghindari bepergian sendirian, dan waspada saat mendampingi anak-anak.
Konteks Ketegangan China-Jepang
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara China dan Jepang. Hubungan Beijing-Tokyo memburuk sejak komentar Perdana Menteri Sanae Takaichi pada November bahwa aksi militer China terhadap Taiwan bisa menjadi alasan respons militer Jepang.
Sebelumnya, pada Juni 2024, seorang pria menyerang bus sekolah Jepang di Suzhou, melukai seorang ibu dan anak Jepang serta menewaskan seorang wanita China. Pada September 2024, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang berjalan ke sekolah Jepang di Shenzhen ditikam hingga tewas.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyebut insiden ini sebagai kasus terisolasi dan meminta media tidak melakukan "spekulasi yang tidak berdasar" terkait kasus ini.
Sumber: AP News, Asahi Shimbun, Kyodo News, Straitstimes
0 Comments