Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

TNB dan Petronas Resmikan Proyek PLTS Terapung Hibrida dan Hub Hidrogen Hijau Terengganu

Pemandangan instalasi fasilitas energi terbarukan dan pembangkit listrik modern.

Sinergi BUMN Malaysia Mempercepat Transisi Energi Rendah Karbon di Asia Tenggara

Dua entitas energi terbesar kebanggaan Malaysia, Tenaga Nasional Berhad (TNB) dan Petroliam Nasional Berhad (Petronas), bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui badan investasi Terengganu Inc secara resmi meresmikan megaproyek terpadu Pembangkit Listrik Tenaga Surya Hibrida Terapung (Hybrid Hydro Floating Solar / HHFS) serta fasilitas Green Hydrogen Hub di kawasan Tasik Kenyir, Terengganu. Inisiatif kolaboratif berskala raksasa ini menandai langkah konkret dalam implementasi peta jalan transisi energi nasional (National Energy Transition Roadmap / NETR) guna mencapai target emisi nol bersih (net-zero emissions) pada tahun 2050.

Peluncuran fasilitas ini menjadi wujud nyata pemanfaatan infrastruktur ketenagalistrikan konvensional yang diintegrasikan dengan teknologi energi terbarukan paling mutakhir. Melalui pendekatan rekayasa modern, instalasi panel surya fotovoltaik terapung dipasang langsung di atas permukaan air danau waduk milik Stasiun Hidroelektrik Sultan Mahmud yang dioperasikan oleh anak usaha TNB, TNB Power Generation Sdn Bhd (TNB Genco). Sinergi antara tenaga air dan energi surya ini menghadirkan pasokan listrik yang stabil serta efisien sepanjang hari.

Optimalisasi Waduk Hidroelektrik dan Rekayasa Hijau Berstandar Dunia

Pemanfaatan area permukaan air waduk memiliki keunggulan termal yang signifikan dibandingkan pembangkit surya berbasis daratan (ground-mounted). Efek pendinginan alami dari permukaan air danau terbukti meningkatkan efisiensi kinerja modul surya fotovoltaik secara substansial, sekaligus membantu menekan laju penguapan air waduk selama musim kemarau. Keandalan teknis proyek ini turut didukung oleh hasil kajian kelayakan komprehensif dari konsultan rekayasa infrastruktur terkemuka dunia, Black & Veatch.

Menteri Ekonomi Malaysia Rafizi Ramli dalam sambutannya pada upacara peresmian menegaskan bahwa seluruh daya listrik hijau yang diproduksi dari sistem PLTS terapung ini dialirkan langsung menuju fasilitas elektroliser milik Petronas di Terengganu. Melalui proses elektrolisis air bertenaga listrik bersih, fasilitas ini mampu memproduksi molekul hidrogen hijau murni berkapasitas ribuan ton per tahun. Pasokan hidrogen bebas karbon ini dialokasikan untuk mendekarbonisasi kawasan industri petrokimia domestik serta memenuhi kontrak ekspor energi bersih ke negara mitra dagang utama seperti Jepang dan Korea Selatan.

Katalisator Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan dan Tenaga Kerja Terampil

Presiden dan Chief Executive Officer TNB menyatakan bahwa keberhasilan pilot project di Tasik Kenyir menjadi fondasi replikasi bagi konversi bendungan-bendungan hidroelektrik lainnya di seluruh penjuru Semenanjung Malaysia. Dengan total komitmen investasi bernilai miliaran ringgit, megaproyek ini membuktikan bahwa sinergi lintas badan usaha milik negara mampu membuka ceruk ekonomi baru bernilai tambah tinggi bagi perekonomian nasional.

Kehadiran Green Hydrogen Hub Terengganu ini tidak hanya mendongkrak peringkat daya saing investasi hijau Malaysia di kawasan ASEAN, tetapi juga menyerap ribuan tenaga kerja terampil lokal di bidang teknik elektro, operasi hidrogen, dan kimia industri. Transformasi energi ini menegaskan kepemimpinan visioner Malaysia dalam mengawal pembangunan infrastruktur industri rendah emisi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Post a Comment for "TNB dan Petronas Resmikan Proyek PLTS Terapung Hibrida dan Hub Hidrogen Hijau Terengganu"