PDRM Gerebek Sindikat Call Centre Penipuan Daring di Kuala Lumpur, 74 WNA Diringkus

Operasi Bersandi 'Ops Dadu Khas' Lumpuhkan Markas Sindikat Judi dan Penipuan Investasi Internasional
KUALA LUMPUR — Aparat Kepolisian Kerajaan Malaysia (Polis Diraja Malaysia / PDRM) melalui Departemen Investigasi Kejahatan Komersial (JSJK) berhasil membongkar markas operasi sindikat penipuan daring internasional dan perjudian ilegal. Dalam serbuan terkoordinasi bersandi Ops Dadu Khas di kawasan hunian mewah di pusat kota Kuala Lumpur, petugas mengamankan sebanyak 74 warga negara asing (WNA) yang berperan sebagai operator pusat panggilan (call centre).
Para tersangka yang diringkus diketahui terdiri atas warga negara asal Tiongkok, Vietnam, dan Taiwan. Sindikat kejahatan siber terorganisasi ini memanfaatkan apartemen kondominium dengan pengamanan berlapis sebagai kedok untuk mengelabui petugas keamanan setempat dan warga sekitar selama beberapa bulan terakhir.
Modus Penipuan Investasi Kripto Palsu dan Penyamaran Identitas
Kepala Kepolisian Kuala Lumpur, Komisioner Datuk Rusdi Mohd Isa, menjelaskan bahwa kelompok ini beroperasi secara profesional dengan pembagian tugas yang sangat terstruktur. Mereka menyasar korban lintas negara dengan menggunakan berbagai skrip percakapan terperinci dan rekayasa profil media sosial palsu untuk menjebak korban dalam skema investasi mata uang kripto bodong dan penipuan asmara (love scam).
Dalam penggerebekan tersebut, tim forensik digital PDRM menyita barang bukti operasional bernilai tinggi, meliputi 85 unit komputer jinjing berspesifikasi tinggi, lebih dari 200 unit telepon pintar, puluhan modem router satelit, serta ratusan kartu SIM prabayar dari berbagai penyedia telekomunikasi regional. Catatan transaksi keuangan yang ditemukan mengindikasikan bahwa perputaran dana haram kelompok ini telah mencapai puluhan juta ringgit dalam setahun terakhir.
Sinergi Penegakan Hukum Kawasan Perangi Sindikat Antarnegara
Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh tersangka saat ini telah ditahan di bawah Seksyen 420 KUHP Malaysia tentang penipuan dan pelanggaran Undang-Undang Imigrasi karena tidak memiliki dokumen perjalanan atau izin kerja yang sah. PDRM juga tengah berkoordinasi intensif dengan Interpol serta kepolisian negara asal para pelaku untuk menelusuri pemilik rekening penampung dan dalang utama pengendali sindikat ini.
Keberhasilan operasi Ops Dadu Khas ini menjadi sinyal tegas bahwa aparat penegak hukum di Asia Tenggara tidak akan memberikan ruang bagi sindikat kriminal siber transnasional. PDRM mengimbau masyarakat luas untuk selalu waspada terhadap tawaran investasi dengan imbal hasil tidak wajar serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan tempat tinggal ke pusat pelaporan penipuan nasional (National Scam Response Centre / NSRC).
Post a Comment for "PDRM Gerebek Sindikat Call Centre Penipuan Daring di Kuala Lumpur, 74 WNA Diringkus"