Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Otoritas Maritim Singapura Perluas Koridor Pelayaran Hijau Bersama Pelabuhan Rotterdam dan Los Angeles

Aktivitas terminal peti kemas PSA Port of Singapore

Singapura Perkuat Jaringan Jalur Maritim Hijau Antarbenua

SINGAPURA — Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (Maritime and Port Authority of Singapore / MPA) resmi memperluas inisiatif kemitraan Koridor Pelayaran Hijau dan Digital (Green and Digital Shipping Corridor) bersama otoritas Pelabuhan Rotterdam di Belanda serta Pelabuhan Los Angeles dan Pelabuhan Long Beach di Amerika Serikat. Langkah strategis ini diambil guna mempercepat dekarbonisasi jalur pelayaran global serta adopsi bahan bakar rendah emisi seperti metanol hijau dan amonia bagi kapal kargo lintas samudra.

Inisiatif skala global yang didukung konsorsium kota dunia C40 Cities ini menempatkan Singapura sebagai poros utama rantai pasok maritim yang ramah lingkungan di Asia Tenggara. Direktur Eksekutif MPA, Teo Eng Dih, menyatakan bahwa kolaborasi antar-pelabuhan internasional merupakan kunci esensial untuk menguji coba infrastruktur pengisian bahan bakar bersih (bunkering) dan digitalisasi manifes kepelabuhanan secara waktu nyata.

Uji Coba Bahan Bakar Alternatif dan Standar Digital Terpadu

Dalam kerangka kemitraan ini, operator terminal peti kemas PSA Singapore telah memulai uji coba teknis fasilitas bunkering metanol terakreditasi di Terminal Pasir Panjang dan dermaga masa depan Tuas Port. Uji coba ini melibatkan armada kapal kargo milik raksasa logistik dunia seperti A.P. Moller - Maersk dan Ocean Network Express (ONE) yang melintasi rute perdagangan Asia-Eropa.

Selain fokus pada pengurangan emisi karbon sebesar 30 persen pada tahun 2030, kerja sama ini juga mengintegrasikan sistem pertukaran data kapal otomatis berbasis standar platform digitalPORT@SG. Platform digital ini memungkinkan kapal yang berlayar dari Pelabuhan Rotterdam maupun pantai barat Amerika Serikat untuk menjadwalkan kedatangan secara presisi (just-in-time arrival), sehingga memangkas waktu tunggu berlabuh dan menghemat konsumsi bahan bakar armada maritim secara signifikan.

Investasi Infrastruktur Berkelanjutan di Pelabuhan Tuas

Proyek mega Pelabuhan Tuas yang terus dibangun oleh pemerintah Singapura dirancang menjadi salah satu pelabuhan otomatis terbesar dan paling ramah lingkungan di dunia. Kehadiran koridor hijau ini membuka pintu investasi baru bagi perbankan internasional seperti DBS Bank dan Standard Chartered untuk menyalurkan pembiayaan hijau (green financing) kepada para operator pelayaran niaga.

Langkah progresif ini membuktikan komitmen Singapura dalam mempertahankan posisi puncak indeks pusat maritim terkemuka dunia (Leading Maritime Cities of the World). Melalui sinergi erat antara MPA, asosiasi pelayaran internasional, dan pelaku industri energi global, koridor hijau ini diharapkan menjadi cetak biru transportasi laut dunia yang efisien, modern, dan berkelanjutan.

Post a Comment for "Otoritas Maritim Singapura Perluas Koridor Pelayaran Hijau Bersama Pelabuhan Rotterdam dan Los Angeles"