ISF 2026 di Jakarta Jadi Katalis Investasi Hijau, Kadin dan PLN Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

Forum Keberlanjutan Internasional Buka Peluang Pendanaan Hijau
JAKARTA — Gelaran forum bergengsi Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 yang diselenggarakan di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, sukses menarik perhatian ratusan delegasi bisnis internasional, lembaga donor global, dan investor ventura. Forum ini menjadi momentum krusial bagi dunia usaha nasional untuk mempercepat realisasi pembiayaan proyek transisi energi baru terbarukan (EBT) dan teknologi rendah karbon di Indonesia.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, menegaskan bahwa potensi energi surya, hidro, panas bumi, dan angin yang melimpah di tanah air membutuhkan kolaborasi pendanaan inovatif. Kadin bersama pemerintah mendorong skema pembiayaan campuran (blended finance) agar proyek ramah lingkungan memiliki kelayakan komersial yang menarik bagi perbankan internasional.
Komitmen PLN dan Perbankan Nasional Salurkan Kredit Hijau
Dalam forum tersebut, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, memaparkan kemajuan rencana aksi Accelerated Renewable Energy Development (ARED) guna membangun jaringan transmisi cerdas (smart grid) yang menghubungkan pusat-pusat pembangkit listrik energi bersih di luar Jawa dengan pusat konsumsi industri perkotaan.
Dukungan nyata dari sektor perbankan terwujud melalui komitmen konsorsium bank pelat merah Himbara, dipimpin oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang mengalokasikan portofolio pembiayaan berkelanjutan (sustainable financing) senilai puluhan triliun rupiah. Kredit hijau ini difokuskan pada pembiayaan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap industri, fasilitas daur ulang limbah, serta pengembangan ekosistem manufaktur baterai kendaraan listrik.
Penguatan Ekosistem Bursa Karbon IDXCarbon
Selain pembiayaan infrastruktur energi, forum ISF 2026 juga menyoroti penguatan volume transaksi di bursa sertifikat karbon IDXCarbon yang dikelola oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peningkatan partisipasi korporasi swasta dalam perdagangan kredit karbon terverifikasi menjadi bukti nyata meningkatnya kesadaran industri terhadap prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Penyelenggaraan ISF 2026 membuktikan bahwa Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang kokoh sekaligus potensi besar untuk memimpin agenda pertumbuhan berkelanjutan di kawasan Asia. Melalui kolaborasi sinergis antara regulator, BUMN, perbankan, dan komunitas bisnis global, peta jalan transisi energi hijau Indonesia kian bergerak menuju tahapan implementasi yang terukur dan berdampak luas.
Post a Comment for "ISF 2026 di Jakarta Jadi Katalis Investasi Hijau, Kadin dan PLN Dorong Transisi Energi Berkelanjutan"