Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Indonesia Raih Investasi Rp1.010,6 Triliun di Semester Pertama 2026, Hampir Separuh Target Tahunan Tercapai

Panorama gedung perkantoran Jakarta Indonesia

Indonesia Raih Investasi Rp1.010,6 Triliun di Semester Pertama 2026

JAKARTA — Indonesia berhasil menarik investasi senilai Rp1.010,6 triliun (setara US$56,1 miliar) selama semester pertama 2026, menempatkan negara ini hampir separuh jalan menuju target investasi tahunan. Capaian ini diumumkan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani setelah melaporkan pencapaian tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.

Angka investasi ini mencerminkan kepercayaan yang terus tumbuh dari investor domestik dan asing terhadap prospek ekonomi Indonesia, meski tantangan global seperti ketegangan perdagangan dan fluktuasi nilai tukar masih membayangi.

Sektor Unggulan dan Sumber Investasi

Menurut data Kementerian Investasi dan Hilirisasi, sektor-sektor yang menyerap investasi terbesar selama semester pertama 2026 meliputi industri logam dasar, barang logam, dan elektronik yang menarik Rp218,7 triliun, disusul sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp167,3 triliun, serta pertambangan dan penggalian senilai Rp145,8 triliun.

Dari sisi sumber investasi asing, Singapura tetap menjadi kontributor terbesar dengan total penanaman modal sebesar US$8,2 miliar, diikuti oleh Tiongkok (US$6,7 miliar), Hong Kong (US$4,1 miliar), Jepang (US$3,8 miliar), dan Korea Selatan (US$2,9 miliar).

Hilirisasi dan Infrastruktur Jadi Magnet Utama

Menteri Rosan Roeslani menekankan bahwa program hilirisasi mineral, khususnya nikel dan bauksit, terus menjadi daya tarik utama bagi investor asing. Pembangunan smelter dan fasilitas pengolahan hilir di kawasan industri seperti Morowali Industrial Park di Sulawesi Tengah dan Weda Bay Industrial Park di Maluku Utara semakin memperkuat rantai nilai tambah domestik.

Selain itu, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur turut menarik gelombang investasi infrastruktur baru. Otorita IKN mencatat bahwa komitmen investasi untuk proyek-proyek di IKN telah melampaui Rp80 triliun hingga pertengahan 2026.

Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataannya menyebutkan bahwa gelombang investasi berskala besar diperkirakan akan masuk dalam beberapa pekan mendatang, didorong oleh indikator ekonomi yang kuat dan iklim investasi yang semakin kondusif.

Kesimpulan

Capaian investasi Rp1.010,6 triliun di semester pertama 2026 menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di kawasan Asia Tenggara. Dengan dukungan kebijakan hilirisasi, pembangunan infrastruktur, dan stabilitas makroekonomi, pemerintah optimistis target investasi tahunan dapat tercapai atau bahkan terlampaui.

Post a Comment for "Indonesia Raih Investasi Rp1.010,6 Triliun di Semester Pertama 2026, Hampir Separuh Target Tahunan Tercapai"