Fintech Salmon Amankan Pendanaan US$140 Juta untuk Perluas Akses Kredit di Filipina

Ekspansi Agresif Platform Pembiayaan Konsumen dan Perbankan Inklusif di Manila
MANILA — Perusahaan teknologi finansial (fintech) terkemuka yang berbasis di Filipina, Salmon Group, resmi mengumumkan perolehan putaran pendanaan baru sebesar US$140 juta (sekitar Rp2,2 triliun). Suntikan dana masif ini ditujukan untuk memperluas portofolio penyaluran pinjaman konsumen serta memperkuat infrastruktur perbankan digital di seluruh wilayah Filipina pada kuartal akhir tahun 2026.
Putaran pembiayaan ini terdiri atas kombinasi ekuitas senilai US$90 juta yang dipimpin oleh konsorsium investor global terkemuka, mencakup Spice Expeditions, WashU Endowment, dan Moore Strategic Ventures, serta fasilitas obligasi dan utang sebesar US$50 juta. Langkah strategis ini mempertegas keyakinan pelaku pasar modal internasional terhadap pesatnya digitalisasi sistem keuangan di kawasan Asia Tenggara, khususnya di negara berpenduduk lebih dari 115 juta jiwa tersebut.
Mendobrak Keterbatasan Akses Layanan Finansial Formal
Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Co-Founder Salmon, Pavel Fedorov, menjelaskan bahwa Filipina masih memiliki jutaan masyarakat kelas pekerja dan pelaku usaha mikro yang berstatus underbanked atau belum terlayani secara optimal oleh perbankan konvensional. Melalui penerapan kecerdasan buatan (AI) dan analisis data perilaku konsumen, platform Salmon mampu memverifikasi skor kredit secara instan dan menyalurkan pinjaman tanpa agunan secara aman.
Salmon sebelumnya juga telah mengakuisisi saham pengendali di Rural Bank of Sta. Rosa (Laguna) Inc., yang membuka jalan bagi integrasi penuh produk tabungan, deposito, serta instrumen transaksi digital yang diawasi langsung oleh bank sentral Filipina, Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP). Langkah ini menjadikan Salmon sebagai salah satu pemain fintech hibrida berlisensi perbankan paling dinamis di kawasan kepulauan tersebut.
Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Konsumsi Domestik
Data dari asosiasi industri fintech setempat menunjukkan bahwa penetrasi kredit tanpa agunan di Filipina mengalami lonjakan sebesar 34 persen secara tahunan sepanjang 2026. Pertumbuhan pesat ini ditopang oleh adopsi telepon pintar dan peralihan gaya hidup masyarakat perkotaan dari Metro Manila, Cebu, hingga Davao yang semakin mengandalkan ekosistem nontunai untuk transaksi sehari-hari.
Kehadiran likuiditas segar senilai US$140 juta ini diharapkan dapat memacu persaingan sehat di antara para penyedia jasa pembayaran dan pembiayaan mikro. Dengan suku bunga yang lebih transparan dan proses verifikasi berbasis teknologi biometrik, Salmon menargetkan penambahan lebih dari dua juta nasabah aktif baru hingga pertengahan tahun 2027 mendatang, sekaligus berkontribusi positif pada target inklusi keuangan nasional.
Post a Comment for "Fintech Salmon Amankan Pendanaan US$140 Juta untuk Perluas Akses Kredit di Filipina"