Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bank Syariah Indonesia Catat Pertumbuhan Laba Bersih Dua Digit Capai Rp5,3 Triliun Ditopang Kinerja Digital

Gedung Bank Syariah Indonesia BSI Jakarta

Bank Syariah Indonesia Catat Pertumbuhan Laba Bersih Dua Digit Capai Rp5,3 Triliun Ditopang Kinerja Digital

DIARY ASIA, INDONESIA — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali membukukan kinerja fundamental yang sangat solid hingga kuartal ketiga tahun 2026 dengan perolehan laba bersih mencapai Rp5,30 triliun, tumbuh lebih dari 10 persen secara tahunan (year-on-year) berkat efisiensi biaya dana dan akselerasi layanan perbankan digital.

Lonjakan Pengguna Mobile Banking dan Pembiayaan Sektor Produktif

Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam paparan kinerja keuangan perseroan di Menara BSI Jakarta Pusat menyampaikan bahwa pertumbuhan positif ini disokong oleh kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai lebih dari Rp300 triliun dengan porsi dana murah (CASA) yang terus mendominasi. Peningkatan rasio tabungan berbiaya rendah tersebut didorong oleh penetrasi masif aplikasi perbankan digital BSI Mobile dan super-app finansial terpadu yang telah digunakan oleh lebih dari 7,5 juta nasabah aktif di seluruh tanah air.

Di sektor intermediasi, portofolio pembiayaan perseroan yang berkode saham BRIS di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mencatatkan ekspansi terarah pada segmen pembiayaan konsumer, korporasi syariah, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penyaluran pembiayaan berkelanjutan pada industri halal nasional, rantai pasok pangan agribisnis, dan sektor energi ramah lingkungan turut menjadi penopang utama peningkatan aset total perseroan yang kini mendekati angka Rp400 triliun.

Ekspansi Jaringan Internasional di Timur Tengah dan Pengakuan Pasar Global

Seiring penguatan kinerja di pasar domestik, BSI terus memperluas sayap layanannya di kancah internasional melalui penguatan kantor operasional penuh (full branch) di Dubai International Financial Centre (DIFC), Uni Emirat Arab, serta penjajakan izin usaha di Jeddah, Arab Saudi. Keberadaan kantor cabang luar negeri ini memainkan peranan vital dalam memfasilitasi transaksi perdagangan ekspor-impor komoditas nasional serta melayani kebutuhan transaksi jamaah haji dan umrah Indonesia secara lebih efisien.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) memberikan apresiasi atas performa BSI yang konsisten menjaga rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing / NPF) gross di level sangat sehat, yakni di kisaran 1,9 persen. Daya tahan neraca keuangan yang prima serta tata kelola syariah yang disiplin mengantarkan BSI meraih pengakuan dari majalah keuangan internasional Forbes dan The Banker sebagai salah satu dari sepuluh institusi perbankan syariah paling bernilai di dunia.

Komitmen Penguatan Daya Saing Regional

Pencapaian laba bersih BSI sebesar Rp5,3 triliun membuktikan bahwa industri perbankan syariah Indonesia memiliki ketahanan dan potensi ekspansi yang luar biasa di tengah dinamika pasar keuangan global. Dengan terus memperkuat fondasi digital, tata kelola risiko yang disiplin, dan perluasan jejak internasional, BSI kian mantap melangkah sebagai penggerak utama ekonomi syariah regional.

Post a Comment for "Bank Syariah Indonesia Catat Pertumbuhan Laba Bersih Dua Digit Capai Rp5,3 Triliun Ditopang Kinerja Digital"