Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Standard Chartered Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Vietnam 2026 ke 9,5 Persen

Pertumbuhan ekonomi Vietnam

Standard Chartered Revisi Naik Proyeksi GDP Vietnam

HANOIStandard Chartered Bank secara resmi menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Vietnam untuk 2026 menjadi 9,5 persen, naik signifikan dari proyeksi sebelumnya sebesar 7,2 persen. Bank asal Inggris ini bahkan memproyeksikan pertumbuhan berlanjut ke level 11 persen pada 2027, menjadikan Vietnam salah satu ekonomi dengan laju pertumbuhan tercepat di Asia.

Revisi tersebut diumumkan dalam laporan economic outlook terbaru Standard Chartered dan diberitakan oleh Vietnam News Agency (VNA) serta kantor berita Xinhua. Bank tersebut juga menurunkan proyeksi inflasi Vietnam, mencerminkan keyakinan terhadap stabilitas makro ekonomi yang terjaga.

Motor Pertumbuhan: Manufaktur, Ekspor, dan Investasi Asing

Kenaikan proyeksi ini didorong kinerja ekonomi Vietnam yang positif pada paruh pertama 2026. Sektor manufaktur dan ekspor mencatatkan pertumbuhan kuat, ditopang permintaan global yang pulih serta rantai pasok yang semakin terdiversifikasi.

Investasi asing langsung (FDI) juga menjadi pendorong utama. Sepanjang paruh pertama 2026, Vietnam tercatat menarik US$34,65 miliar FDI terdaftar, meningkat 61 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Singapura menjadi investor terbesar, disusul Korea Selatan dan Jepang, dengan fokus pada sektor elektronik, semikonduktor, dan energi baru.

Ekonom Standard Chartered menilai kombinasi kebijakan fiskal ekspansif, konsumsi domestik yang tangguh, dan arus FDI yang deras menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan berkelanjutan. Sektor jasa dan pariwisata juga menunjukkan pemulihan impresif seiring kembalinya wisatawan internasional ke destinasi seperti Da Nang, Hoi An, dan Halong Bay.

Dampak bagi Asia Tenggara

Proyeksi pertumbuhan 9,5 persen menempatkan Vietnam di puncak daftar ekonomi berkembang Asia Tenggara. Capaian ini juga memperkuat posisi Vietnam dalam rantai pasok global, terutama di tengah pergeseran produksi dari China ke kawasan ASEAN.

Bank tersebut mencatat bahwa struktur ekonomi Vietnam yang semakin seimbang antara manufaktur dan jasa menjadi kunci ketahanan. Dengan inflasi yang terkendali dan cadangan devisa yang memadai, Bank Negara Vietnam (SBV) memiliki ruang kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan suku bunga.

Para pengamat memandang revisi ini sebagai sinyal optimisme pasar terhadap prospek jangka panjang Vietnam. Jika realisasi sesuai proyeksi, Vietnam akan mencatat salah satu laju pertumbuhan tertinggi di dunia pada 2026, memperkuat daya tariknya sebagai tujuan investasi utama Asia Tenggara.

Sumber: Vietnam News Agency, Xinhua, Vietnam Investment Review.

Post a Comment for "Standard Chartered Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Vietnam 2026 ke 9,5 Persen"