Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Singapura Gelontorkan S$220 Juta Selama Tiga Tahun untuk Dorong Inovasi Fintech dan AI

MAS Singapore fintech innovation funding 2026

Singapura Gelontorkan S$220 Juta Selama Tiga Tahun untuk Dorong Inovasi Fintech dan AI

Singapura, 31 Agustus 2026Monetary Authority of Singapore (MAS) mengumumkan alokasi anggaran sebesar S$220 juta (sekitar US$173 juta) selama tiga tahun ke depan untuk memperkuat ekosistem teknologi keuangan (fintech) dan mendorong adopsi kecerdasan buatan (AI) di seluruh sektor perbankan. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua MAS Balázs Engler dalam acara press conference di kantor pusat MAS Building, May Street.

Dana ini akan disalurkan melalui empat pilar utama: pengembangan infrastruktur blockchain, percepatan adopsi AI dalam layanan perbankan ritel, sertifikasi profesional fintech, serta penelitian dan pengembangan yang melibatkan universitas lokal termasuk Nanyang Technological University (NTU) dan Institute of Infocomm Research (IIA).

Pilar Pendanaan dan Target Realisasi

Pilar pertama mengarahkan pendanaan kepada skema hibah bagi startup fintech yang ingin memasuki fase komersialisasi. Program ini sudah melibatkan nama-nama mapan seperti DBS Bank (yang memimpin inovasi dalam open banking), OCBC Bank (dengan platform供应链finance digitalnya), dan Standard Chartered Bank (yang mengembangkan smart contracting berbasis blockchain untuk perdagangan ASEAN).

Pilar kedua, yang disebut Project Guardian Phase III, bertujuan mewujudkan kerangka regulasi mata uang digital bank sentral (CBDC). Melalui kerangka ini, MAS ingin memungkinkan transaksi antarbank yang menggunakan aset digital saling interoperabel, mirip dengan model yang dikembangkan oleh Project Orchid di mana DBS, HSBC, dan Temasek Partners telah berkolaborasi menguji konsep tokenisasi aset riil.

Integrasi AI dalam Layanan Keuangan Ritel

Di lini konsumen, MAS meluncurkan panduan baru yang mengatur penggunaan AI dalam credit scoring, robo-advisory, dan customer service otomatis. Regulator ini memastikan bahwa setiap algoritma AI yang digunakan oleh institusi keuangan tersubject pada audit independen yang dipantau oleh Financial Sector Technology Organisation (FiSTO).

Langkah Singapura ini memperkuat posisinya sebagai kota finansial terdepan di Asia Tenggara. Menurut Asian Development Bank, kebijakan pro-inovasi MAS telah menarik lebih dari 1.500 perusahaan fintech untuk beroperasi atau berkantor di Singapura selama lima tahun terakhir. Para ekonom berharap pagarnya ini dapat memicu terciptanya ribuan lapangan kerja berkualitas tinggi di bidang data science, cybersecurity, dan financial engineering di tahun-tahun mendatang.

Post a Comment for "Singapura Gelontorkan S$220 Juta Selama Tiga Tahun untuk Dorong Inovasi Fintech dan AI"