Singapura Gelontorkan S$170 Juta untuk Inovasi Fintech dan Adopsi AI, Bank of Singapore Perkuat Perekrutan Talenta

Singapura Komitmen S$170 Juta Dorong Fintech dan AI
SINGAPURA — Pemerintah Singapura melalui Monetary Authority of Singapore (MAS) mengumumkan komitmen dana sebesar S$170 juta untuk mendorong inovasi fintech dan adopsi kecerdasan buatan (AI) di sektor keuangan. Program ini menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Singapura sebagai hub keuangan Asia.
Fokus ke AI, Quantum dan Aset Digital
Dana tersebut disalurkan melalui skema Financial Sector Technology and Innovation (FSTI) 3.0 yang dikelola MAS. Fokusnya mencakup adopsi AI generatif di perbankan, keamanan siber, komputasi kuantum, serta tokenisasi aset di Project Guardian. Bank-bank besar seperti DBS Group, OCBC, dan UOB menjadi peserta aktif uji coba.
Langkah ini sejalan dengan revisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 oleh MTI setelah PDB kuartal II tumbuh solid berkat ekspor AI. Laporan TechRepublic dan Crowdfund Insider menyebut Singapura kini menjadi barometer adopsi AI keuangan di Asia.
Bank of Singapore Agresif Rekrut Talenta
Menyambut gelontoran dana tersebut, Bank of Singapore yang merupakan unit wealth management OCBC mengumumkan rencana agresif berinvestasi pada perekrutan dan teknologi untuk mendongkrak aset kelolaan. CEO bank tersebut menegaskan kebutuhan talenta AI, analis data, dan relationship manager premium meningkat tajam.
Selain itu, bursa SGX mencatat emiten kendaraan listrik NIO Inc. (SGX: NIO) yang juga tercatat di NYSE dan HKEX melaporkan kinerja kuartal II 2026 sebagai cerminan eratnya koneksi pasar modal Singapura dengan ekonomi hijau. Kombinasi modal, talenta, dan regulasi progresif membuat Singapura kian tak tergoyahkan sebagai pusat fintech Asia Tenggara. (Sumber: Reuters, Crowdfund Insider, TechRepublic)
Post a Comment for "Singapura Gelontorkan S$170 Juta untuk Inovasi Fintech dan Adopsi AI, Bank of Singapore Perkuat Perekrutan Talenta"