Oracle Investasi US$6,5 Miliar Bangun Cloud di Malaysia, PwC Proyeksi Data Centre Singapura-Malaysia Tembus US$1,29 Triliun
Oracle Investasi US$6,5 Miliar di Malaysia, Ledakan Data Centre Asia Tenggara
KUALA LUMPUR — Raksasa teknologi Oracle Corporation mengumumkan investasi senilai US$6,5 miliar untuk membangun fasilitas cloud di Malaysia. Langkah ini memperkuat posisi Malaysia sebagai tujuan utama investasi pusat data di Asia Tenggara, bersanding dengan Singapura.
Johor dan Cyberjaya Jadi Magnet Investasi
Fasilitas cloud Oracle rencananya akan melayani pelanggan korporat dan pemerintahan di kawasan. Kawasan Johor, Cyberjaya, dan Kuala Lumpur kini menjadi titik panas pembangunan data centre. Perusahaan utilitas Tenaga Nasional Berhad (TNB) bahkan menyiapkan pasokan listrik tambahan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi.
Laporan terbaru PwC Singapore memproyeksikan investasi data centre Singapura mencapai US$19,2 miliar per tahun pada 2050, sementara koridor regional Singapura-Malaysia diproyeksi menjadi bagian dari peluang US$1,29 triliun. Lonjakan kebutuhan komputasi AI menjadi motor utama.
Dampak ke Startup Lewat KL20 Summit
Pemerintah Malaysia menyambut investasi Oracle sebagai validasi ambisi digital nasional. Melalui ajang KL20 Summit yang tahun ini digelar di Penang, Johor, dan Kuala Lumpur, Putrajaya menargetkan Malaysia masuk jajaran 20 besar ekosistem startup dunia. Badan Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC) dan Cradle Fund dilibatkan untuk menghubungkan startup lokal dengan infrastruktur cloud baru.
Dengan Oracle, Microsoft, Google, dan Amazon Web Services (AWS) yang semuanya berekspansi di Malaysia, analis menilai Negeri Jiran sedang mengalami pembangunan data centre tercepat di Asia. Tantangannya tinggal memastikan pasokan energi dan air berkelanjutan. (Sumber: Reuters, Malay Mail)
Post a Comment for "Oracle Investasi US$6,5 Miliar Bangun Cloud di Malaysia, PwC Proyeksi Data Centre Singapura-Malaysia Tembus US$1,29 Triliun"