Induk GCash Mynt Siapkan IPO US$1,5 Miliar, Berpotensi Jadi IPO Terbesar dalam Sejarah Filipina
Induk GCash Mynt Siapkan IPO US$1,5 Miliar
MANILA - Kabar besar datang dari sektor fintech Filipina. Mynt Inc., perusahaan induk aplikasi super GCash, berencana menghimpun dana hingga US$1,5 miliar melalui penawaran umum perdana (IPO) yang berpotensi menjadi IPO terbesar dalam sejarah Filipina. Rencana ini dilaporkan Forbes dan dikonfirmasi lewat pernyataan resmi Mynt kepada Philippine Stock Exchange (PSE) pada Agustus 2026.

GCash saat ini digunakan oleh lebih dari 90 juta pengguna terdaftar, menjadikannya dompet digital nomor satu di Filipina mengalahkan Maya Bank milik PLDT dan Coins.ph. Induknya, Mynt, dimiliki konsorsium Globe Telecom, Ayala Corporation, Ant Group milik Jack Ma, dan Bow Wave Capital. Valuasi Mynt terakhir ditaksir mencapai US$5 miliar setelah putaran pendanaan 2024.
Masuk Daftar Fintech Top Dunia
Prestasi Mynt kian mentereng setelah pada 12 Agustus 2026 dinobatkan sebagai satu-satunya perusahaan Filipina dalam daftar Worlds Top Fintech Companies versi CNBC dan Statista, seperti dirilis PRNewswire. Pengakuan ini menempatkan Mynt sejajar dengan Stripe, Klarna, Ant Group, dan Grab Financial Group. CEO Mynt Martha Sazon menyebut pencapaian ini bukti inklusi keuangan digital Filipina yang melesat.
Selain itu, Filipina juga mempercepat inklusi lewat kemitraan pemerintah dengan platform fintech. Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD) menggandeng GCash dan Maya untuk penyaluran bantuan tunai Pantawid Pamilyang Pilipino Program (4Ps). Sementara FinVolution Group (NYSE: FINV) bersama NUS Business School mempresentasikan riset inklusi keuangan bagi pekerja migran Filipina di KTT UN Global Compact BRI Summit Singapura 3 September 2026.
Didukung Converge dan Proyeksi World Bank
Ekosistem digital Filipina juga didorong oleh Converge ICT Solutions milik Dennis Anthony Uy yang akan menjadi tuan rumah ASEAN Tech Summit Manila 2026. Acara ini mempertemukan regulator Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), investor, dan raksasa teknologi untuk membahas infrastruktur AI-ready dan transformasi techco.
Dari sisi makro, World Bank pada 3 Agustus 2026 mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Filipina 2026 sebesar 3,7 persen, sementara ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) memangkas proyeksi ke 3,4 persen akibat lesunya konstruksi publik. Meski demikian, IPO Mynt-GCash di PSE dan Nasdaq yang direncanakan ganda diyakini analis COL Financial dan BDO Securities akan menjadi katalis positif bagi pasar modal Manila.
Post a Comment for "Induk GCash Mynt Siapkan IPO US$1,5 Miliar, Berpotensi Jadi IPO Terbesar dalam Sejarah Filipina"