Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

GoTo Catat Laba Kuartal Kedua Beruntun Berkat Bisnis Fintech yang Melonjak

Ekosistem digital dan e-commerce GoTo Indonesia

GoTo Catat Laba Kuartal Kedua Beruntun Berkat Bisnis Fintech yang Melonjak

JAKARTA — Raksasa teknologi Indonesia PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (kode saham: GOTO) melaporkan laba bersih kuartal kedua secara beruntun pada periode April–Juni 2026. Capaian ini ditopang pertumbuhan pesat bisnis teknologi finansial (fintech) serta disiplin biaya yang konsisten, menandai titik balik penting bagi perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia tersebut.

Direktur Keuangan GoTo Group, Simon Ho, mengungkapkan bahwa segmen fintech menjadi kontributor terbesar perbaikan kinerja, dengan pertumbuhan volume transaksi pembayaran dan pinjaman yang signifikan. Layanan GoPay, termasuk produk tabungan GoPay Tabungan hasil kemitraan dengan Bank Jago, mencatat lonjakan pengguna aktif.

Fintech Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Patrick Walujo, GoTo memposisikan fintech sebagai mesin pertumbuhan utama menggantikan layanan on-demand yang mulai matang. Strategi ini mencakup penyaluran kredit produktif bagi mitra pengemudi Gojek dan pelaku UMKM di ekosistem Tokopedia, serta ekspansi layanan buy now pay later (BNPL).

Analis menilai integrasi dengan TikTok Shop Tokopedia turut memperkuat ekosistem, karena jutaan transaksi e-commerce bermigrasi ke kanal pembayaran GoPay. "GoTo akhirnya membuktikan bahwa model superapp Asia Tenggara bisa mencapai profitabilitas berkelanjutan," tulis sebuah riset sekuritas asing yang mengulas saham GOTO.

Persaingan Ketat dengan Grab

Capaian GoTo terjadi di tengah persaingan ketat dengan rival regional Grab Holdings yang berbasis di Singapura. Grab mencatatkan laba bersih setahun penuh perdananya pada tahun fiskal 2025 dengan pendapatan naik 20 persen, dan kini membidik EBITDA US$1,5 miliar pada 2028. Rumor merger kedua raksasa ini pun kerap mewarnai pemberitaan pasar.

Bagi Indonesia, profitabilitas GoTo menjadi simbol kematangan ekosistem startup nasional, melengkapi kisah sukses unicorn fintech seperti Ajaib yang meraih pendanaan Rp4 triliun dari SBI Holdings. Investor kini menanti laporan kuartal ketiga untuk memastikan tren laba berlanjut, sekaligus mencermati rencana ekspansi fintech GoTo ke segmen perbankan digital yang lebih dalam.

Sumber: Reuters, GoTo Group

Post a Comment for "GoTo Catat Laba Kuartal Kedua Beruntun Berkat Bisnis Fintech yang Melonjak"