Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ekonomi Malaysia Diprediksi Tumbuh 5,7 Persen pada 2026, Didorong Ledakan Industri Chip AI di Penang dan Data Center Johor

Pertumbuhan Ekonomi Malaysia 2026

Ekonomi Malaysia Diprediksi Tumbuh 5,7 Persen pada 2026, Didorong Ledakan Industri Chip AI di Penang dan Data Center Johor

Kuala Lumpur, 1 Oktober 2026 — Dua ekonom terkemuka memproyeksikan ekonomi Malaysia akan tumbuh rata-rata 5,7 persen sepanjang 2026, melampaui perkiraan resmi pemerintah dan lembaga internasional. Angka ini bahkan diprediksi melonjak hingga 5,9 persen pada kuartal keempat 2026.

Proyeksi Melampaui Perkiraan Resmi

Profesor Paolo Casadio, pendiri Asia Strategic Consulting Sdn Bhd, dan Profesor Geoffrey Williams, pendiri Williams Business Consultancy Sdn Bhd, memaparkan proyeksi optimistis tersebut berdasarkan sistem high-frequency nowcasting yang melacak aktivitas listrik pabrik dan arus modal.

Proyeksi 5,7 persen ini jauh melampaui angka yang dikeluarkan oleh sejumlah lembaga internasional. World Economic Forum (WEF) memprediksi pertumbuhan sebesar 4,7 persen, Asian Development Bank (ADB) memperkirakan 4,9 persen, sementara rentang resmi pemerintah Malaysia berada di kisaran 4,0 hingga 5,0 persen.

Chip AI Penang dan Koridor Data Center Johor-Singapura

Dari sisi pasokan, sektor manufaktur diproyeksikan tumbuh 8,5 persen, terutama didorong oleh aktivitas advanced packaging dan pengujian chip kecerdasan buatan (AI) di Penang. Kota ini telah berkembang menjadi salah satu pusat semikonduktor terpenting di Asia Tenggara, menarik investasi besar dari perusahaan teknologi global.

Sementara itu, sektor konstruksi diprediksi melonjak 9,2 persen, didorong oleh pembangunan pusat data besar-besaran di koridor Johor-Singapura. Proyek-proyek data center ini menjadi magnet investasi asing langsung yang signifikan, seiring meningkatnya permintaan global terhadap infrastruktur komputasi awan dan AI.

Sektor jasa modern yang meliputi keuangan, logistik, dan teknologi juga diperkirakan tumbuh 6,5 persen, memperkuat diversifikasi ekonomi Malaysia dari ketergantungan pada komoditas tradisional.

Fondasi Pertumbuhan yang Kokoh

Casadio dan Williams menekankan bahwa pertumbuhan ini bukan sekadar anomali musiman, melainkan mencerminkan transformasi struktural ekonomi Malaysia. Kombinasi antara posisi strategis di rantai pasok semikonduktor global, arus investasi asing yang deras, serta kebijakan fiskal yang disiplin menjadi fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Sumber: Bernama, Asia Strategic Consulting

Post a Comment for "Ekonomi Malaysia Diprediksi Tumbuh 5,7 Persen pada 2026, Didorong Ledakan Industri Chip AI di Penang dan Data Center Johor"