Booming Pusat Data Malaysia: Johor Jadi Magnet AirTrunk, Empyrion, dan Investasi US$35 Miliar
Booming Pusat Data Malaysia: Johor Jadi Magnet AirTrunk, Empyrion, dan Investasi US$35 Miliar
JOHOR — Malaysia tengah menikmati ledakan investasi pusat data terbesar dalam sejarahnya. Majalah The Economist dalam edisi 10 September 2026 menyebut Malaysia sebagai penerima booming pusat data paling agresif di Asia Tenggara, dengan negara bagian Johor sebagai episentrumnya.
Perusahaan pusat data Asia-Pasifik AirTrunk, yang didukung raksasa investasi Blackstone, mengamankan pendanaan US$2,3 miliar untuk kampus JHB2 di Johor Bahru. Sementara itu Empyrion Digital menuntaskan struktur utama (topping out) fasilitas barunya di Johor, menandai percepatan konstruksi yang disebut tercepat di Asia.
Proyeksi US$35 Miliar hingga 2031
Laporan Arizton Advisory & Intelligence memproyeksikan investasi pusat data Asia Tenggara mencapai US$35,08 miliar pada 2031, dengan Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Singapura sebagai kontributor utama. Portal Data Center Dynamics dan TechRepublic mencatat kapasitas Johor semakin mengetat seiring masuknya operator global seperti Microsoft, Google, dan Amazon Web Services.
Tantangan Listrik dan Air
Surat kabar Malay Mail dan kantor berita Xinhua menyoroti dampak booming ini terhadap lapangan kerja, pasokan listrik, dan air. Perusahaan utilitas Tenaga Nasional Berhad (TNB) dan operator air Ranhill SAJ didorong menambah kapasitas. Pemerintah negara bagian Johor menyatakan akan memperketat perizinan agar pembangunan berkelanjutan dan memberi manfaat bagi warga lokal.
Dengan lokasi strategis berdekatan dengan Singapura, Johor diprediksi menjadi koridor digital Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ) yang memperkuat posisi Malaysia sebagai hub cloud regional. (Sumber: The Economist, Malay Mail, Data Center Dynamics, Arizton)
Post a Comment for "Booming Pusat Data Malaysia: Johor Jadi Magnet AirTrunk, Empyrion, dan Investasi US$35 Miliar"