Arus Modal Asing Masuk Rp140,7 Triliun, Kemenkeu Tegaskan Ketahanan Fiskal dan Stabilitas Pasar Modal Indonesia
Kepercayaan Investor Global Tetap Kokoh di Tengah Volatilitas Perekonomian Dunia
JAKARTA — Stabilitas fundamental ekonomi Indonesia terus menunjukkan daya tahan yang solid di tengah ketidakpastian geopolitik dan penyesuaian suku bunga acuan global. Kementerian Keuangan Republik Indonesia mengumumkan bahwa total arus modal asing (capital inflow) yang masuk ke pasar keuangan domestik telah menembus angka impresif Rp140,7 triliun sepanjang periode tahun berjalan 2026.
Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara, dalam konferensi pers perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Gedung Djuanda Jakarta, menegaskan bahwa derasnya arus modal portofolio ini mencerminkan tingginya keyakinan pemodal institusional internasional terhadap disiplin fiskal dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan tetap bertengger di atas kisaran 5,1 persen.
Daya Tarik Surat Berharga Negara dan Kinerja Bursa Efek Indonesia
Sebagian besar aliran modal masuk diserap oleh instrumen Surat Berharga Negara (SBN), baik dalam denominasi rupiah maupun obligasi berwawasan lingkungan (Green Sukuk). Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tenor 10 tahun yang kompetitif dan stabil di kisaran 6,6 persen menjadi magnet utama bagi manajer investasi global asal Eropa, Amerika Serikat, dan kawasan Asia Timur yang memburu instrumen surat utang negara berkembang berperingkat layak investasi (investment grade).
Tidak hanya di pasar obligasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) turut mencatat penguatan seiring derasnya aksi beli bersih (net buy) investor asing pada sektor perbankan buku IV, telekomunikasi, dan emiten hilirisasi energi baru. Kinerja emiten perbankan utama seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk yang membukukan rasio kredit bermasalah (NPL) sangat rendah memberikan fondasi kokoh bagi pergerakan indeks komposit.
Komitmen Disiplin Fiskal dan Pengelolaan Defisit Anggaran
Kementerian Keuangan memastikan bahwa pengelolaan defisit anggaran tahun 2026 tetap terjaga secara konsisten di bawah pagu aman perundang-undangan, yakni di kisaran 2,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Kepastian kepatuhan aturan fiskal ini di bawah kabinet pemerintahan baru menjadi sinyal positif yang meredam kekhawatiran pelaku pasar finansial terhadap keberlanjutan pembiayaan pembangunan nasional.
Dengan cadangan devisa Bank Indonesia (BI) yang tetap melimpah di atas US$145 miliar serta penguatan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), otoritas moneter dan fiskal optimis mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus menopang likuiditas perbankan untuk mendukung pembiayaan sektor riil di seluruh tanah air.
Post a Comment for "Arus Modal Asing Masuk Rp140,7 Triliun, Kemenkeu Tegaskan Ketahanan Fiskal dan Stabilitas Pasar Modal Indonesia"