Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

AI Boom Picu Lonjakan Perekrutan di Perusahaan Fintech Singapura, dari Airwallex hingga Revolut

Perusahaan fintech Singapura merekrut talenta di tengah ledakan AI

AI Boom Picu Lonjakan Perekrutan di Perusahaan Fintech Singapura, dari Airwallex hingga Revolut

Ketika banyak pihak khawatir kecerdasan buatan (AI) akan menghapus lapangan kerja, sejumlah perusahaan teknologi finansial (fintech) di Singapura justru mempercepat perekrutan justru karena teknologi tersebut. Laporan The Business Times mencatat perusahaan fintech dari Airwallex hingga Revolut sedang membuka banyak lowongan untuk posisi produk, teknik, dan desain seiring melonjaknya adopsi AI di sektor jasa keuangan.

Lonjakan perekrutan ini sejalan dengan komitmen Monetary Authority of Singapore (MAS) yang mengalokasikan S$220 juta (sekitar US$173 juta) melalui program FSTI 4.0 untuk tiga tahun ke depan, dengan fokus pada inovasi fintech, adopsi AI, serta pengembangan talenta.

AI Justru Menciptakan Ragam Profesi Baru

Berbeda dengan narasi kecemasan tentang otomasi, para eksekutif fintech di Singapura menilai AI justru menciptakan kebutuhan atas keahlian baru. Airwallex, perusahaan pembayaran lintas negara, dan Revolut, platform keuangan super-app, dilaporkan tengah menambah tim insinyur dan desainer untuk mengembangkan fitur berbasis AI seperti asisten keuangan personal dan deteksi penipuan otomatis.

Posisi yang paling banyak dicari mencakup machine learning engineer, data scientist, dan product designer. Perusahaan juga berinvestasi pada pelatihan ulang (reskilling) bagi karyawan lama agar mampu bekerja berdampingan dengan sistem AI.

Ekosistem Fintech Singapura Makin Mendunia

Momentum ini memperkuat posisi Singapura sebagai pusat fintech regional. Sebelumnya, Stripe baru saja merayakan 10 tahun beroperasi di Singapura, dan data menunjukkan investasi fintech di kota itu mencapai US$499 juta pada semester pertama 2026. Kombinasi dukungan regulasi MAS, akses modal, dan ketersediaan talenta membuat Singapura tetap menjadi destinasi utama perusahaan keuangan digital global.

Pengamat menilai tren ini menandakan pergeseran film di industri keuangan Asia Tenggara, di mana AI bukan lagi ancaman bagi pekerjaan, melainkan pendorong transformasi dan penciptaan lapangan kerja baru yang lebih bernilai tinggi.

Post a Comment for "AI Boom Picu Lonjakan Perekrutan di Perusahaan Fintech Singapura, dari Airwallex hingga Revolut"