Program Halal Home Grown Bantu 313 Perusahaan, Potensi Penjualan Capai RM187,91 Juta Jelang MIHAS 2026
313 Perusahaan Halal Terbantu, Malaysia Bersiap Menyambut MIHAS 2026
Ekosistem industri halal Malaysia menunjukkan kemajuan yang nyata. Program Halal Home Grown Champion - Sourcing Partnership 2.0 yang berjalan sejak 2024 hingga 2026 berhasil membantu 313 perusahaan halal, termasuk 158 perusahaan milik Bumiputera dan 52 usaha yang dipimpin perempuan. Total nilai potensi penjualan dari program ini mencapai RM187,91 juta, sebagaimana dilaporkan Bernama, kantor berita nasional Malaysia.
Pendampingan Menembus Pasar Global
Program yang digarap oleh Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE) ini memberikan pendampingan kepada pelaku usaha halal, mulai dari pencarian pembeli internasional, proses sertifikasi halal, hingga promosi produk di pameran dagang. Sejumlah laporan menyebutkan program ini menjadi tulang punggung strategi Malaysia mempertahankan posisinya sebagai salah satu pusat industri halal terbesar di dunia, didukung permintaan kuat dari kawasan Teluk hingga Asia Pasifik.
Potensi penjualan RM187,91 juta itu dihasilkan dari rangkaian kegiatan pertemuan bisnis antara UMKM Malaysia dan pembeli mancanegara. Banyak peserta yang berhasil menjalin kontrak baru, terutama di sektor makanan olahan, kosmetik, dan produk perawatan diri berstandar halal.
MIHAS 2026 dan Penghargaan Bergengsi
MIHAS 2026 di Kuala Lumpur menjadi ajang pembuktian berikutnya bagi industri halal Malaysia. Pameran dagang halal terbesar di Asia Tenggara ini akan mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli dari puluhan negara. Ajang tersebut juga menghadirkan MIHAS Awards dengan kategori Product Excellence, Service Excellence, dan Emerging Star yang diberikan kepada pengusaha baru.
Penghargaan turut menilai aspek inovasi, keberlanjutan, dan digitalisasi. Panitia menyebut kategori baru ini disiapkan agar perusahaan tidak hanya fokus pada nilai penjualan, tetapi juga kualitas dan dampak sosial. Kegiatan tersebut diperkirakan kembali menarik minat pembeli dari Timur Tengah, Asia Selatan, dan Eropa.
Peran Usaha Perempuan dan UMKM
Perhatian khusus diberikan kepada 52 usaha milik perempuan sebagai bagian dari komitmen inklusivitas. Para pelaku usaha perempuan tersebut dilaporkan aktif menjalin kerja sama pasokan dengan sejumlah ritel besar di pasar regional. Dengan dukungan lembaga perdagangan, produk mereka mampu memenuhi standar mutu internasional untuk ekspor.
Keseriusan Malaysia mengelola ekosistem ini terlihat dari sinergi menyeluruh antara pelaku industri, lembaga sertifikasi, dan pemerintah. Target jangka panjangnya sederhana: menjadikan Malaysia bukan sekadar pasar halal, melainkan pusat pengembangan standar halal dunia.
Konfirmasi data ini sekaligus memperkuat proyeksi nilai industri halal global yang diprediksi terus melonjak dalam beberapa tahun ke depan, terdorong pertumbuhan penduduk Muslim dunia dan meningkatnya daya beli di kawasan Asia. Malaysia menempati posisi strategis karena memiliki ekosistem sertifikasi yang diakui multilateral, logistik yang terhubung ke banyak negara, serta dukungan kebijakan yang berkesinambungan. Program Halal Home Grown menjadi bukti nyata bahwa intervensi terarah mampu mengangkat puluhan UMKM skala kecil menjadi eksportir potensial dengan nilai transaksi ekonomi yang berarti bagi negeri ini.
Kesimpulan
Program Halal Home Grown telah membuktikan manfaatnya bagi ratusan perusahaan dengan potensi penjualan RM187,9 juta. Dengan dukungan pemerintah dan gelaran MIHAS 2026, industri halal Malaysia optimistis terus tumbuh dan memperkuat perekonomian nasional.
Post a Comment for "Program Halal Home Grown Bantu 313 Perusahaan, Potensi Penjualan Capai RM187,91 Juta Jelang MIHAS 2026"