Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

BPS: Kunjungan Wisman Tembus 7,45 Juta Sepanjang Semester I 2026, Tertinggi Sejak 2020

pantai di Bali menarik wisatawan mancanegara

Rekor Pascapandemi: Wisman Indonesia Capai 7,45 Juta dalam Enam Bulan

Industri pariwisata Indonesia semakin memantapkan pemulihannya. Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 7,45 juta kunjungan sepanjang semester pertama 2026, angka tertinggi sejak pandemi COVID-19. Laporan BPS ini menempatkan Indonesia di antara destinasi paling banyak dikunjungi pelancong di Asia Tenggara.

Malaysia Penyumbang Terbesar

Dari sisi asal wisatawan, Malaysia menjadi penyumbang kunjungan wisman terbesar selama enam bulan pertama tahun ini, diikuti pelancong dari Tiongkok dan Australia yang kembali ramai datang ke Bali. Sejumlah pintu masuk utama, seperti Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali, mencatat kedatangan mendekati volume sebelum pandemi.

Kementerian Pariwisata menilai pencapaian itu didorong bertambahnya rute penerbangan langsung dari berbagai negara serta promosi destinasi yang mengangkat kekayaan budaya dan alam Nusantara. Pertumbuhan kunjungan terasa hingga hotel, restoran, dan pelaku usaha kecil di daerah tujuan wisata.

Kontribusi bagi Ekonomi Nasional

Peningkatan kunjungan wisman menjadi salah satu pendorong perekonomian nasional. Ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen, dengan kontribusi signifikan dari sektor transportasi, akomodasi, serta penyediaan makan dan minum yang berkaitan langsung dengan pariwisata.

Menurut para pengamat, belanja wisman hampir kembali ke 80-90 persen dari kondisi normal, sementara jumlah kunjungan telah melampaui catatan sebelum pandemi. Maskapai dari berbagai kawasan pun menambah kapasitas penerbangan menuju destinasi populer seperti Nusa Penida dan Lombok.

Pemerintah Indonesia terus memperkuat promosi wisata melalui kampanye keberlanjutan dan pengembangan destinasi super prioritas di berbagai wilayah. Selain Bali, kawasan seperti Danau Toba, Labuan Bajo, dan Mandalika tetap menjadi unggulan yang didukung perbaikan infrastruktur transportasi serta kemudahan akses bagi wisatawan mancanegara. Pertumbuhan kunjungan diharapkan terus berlanjut seiring dengan menguatnya peran sektor pariwisata sebagai salah satu penopang ekonomi dan penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

BPS mencatat sebagian besar pelancong mancanegara masuk melalui pintu udara utama seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Banten dan Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali, serta pintu laut-darat seperti Batam yang sering menjadi pilihan wisatawan Malaysia. Data bulanan juga menunjukkan tren kunjungan yang konsisten naik sejak awal tahun, didorong liburan panjang dan kembalinya jadwal penerbangan internasional yang hampir pulih sepenuhnya. Pemerintah optimistis tren ini bertahan sehingga target pemulihan pariwisata tahun ini dapat tercapai lebih awal.

Kesimpulan

Capaian 7,45 juta kunjungan wisman memperlihatkan daya tarik wisata Indonesia yang pulih. Dengan data BPS yang kuat dan sumbangan besar pelancong Malaysia, sektor pariwisata diproyeksikan terus menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh kedua 2026.

Post a Comment for "BPS: Kunjungan Wisman Tembus 7,45 Juta Sepanjang Semester I 2026, Tertinggi Sejak 2020"