Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

WIPO: Filipina Masuk Jajaran Pertumbuhan Tercepat dalam Investasi Ekonomi Berbasis Pengetahuan

Kota Manila Filipina

Pengakuan Global untuk Transformasi Inovasi Filipina

MANILA — Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) menempatkan Filipina sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan investasi aset berbasis pengetahuan tercepat di dunia dalam satu dekade terakhir. Temuan ini menyoroti pergeseran signifikan ekonomi Filipina dari ketergantungan pada jasa outsourcing menuju ekosistem yang lebih berbasis inovasi dan teknologi.

Laporan WIPO yang dirilis pada Juli 2026 mencatat bahwa investasi Filipina dalam aset pengetahuan — termasuk paten, merek dagang, desain industri, dan perangkat lunak — tumbuh rata-rata 8,5 persen per tahun selama periode 2015-2025, jauh di atas rata-rata global yang hanya 4,2 persen. Intellectual Property Office of the Philippines (IPOPHL) menyambut baik pengakuan ini sebagai bukti bahwa kebijakan inovasi nasional mulai membuahkan hasil.

Diversifikasi dari BPO ke Ekonomi Digital

Direktur Jenderal IPOPHL Rowel S. Barba menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya pendaftaran paten di bidang teknologi informasi dan bioteknologi, berkembangnya ekosistem startup digital, dan program pemerintah seperti Philippine Innovation Act dan Innovative Startup Act yang memberikan insentif bagi perusahaan-perusahaan berbasis teknologi.

Beberapa perusahaan Filipina yang berkontribusi signifikan meliputi Globe Telecom yang berekspansi ke layanan fintech melalui GCash, JG Summit Holdings yang berinvestasi di teknologi pangan, dan Converge ICT Solutions yang memperluas infrastruktur digital. Sektor BPO juga bertransformasi, dengan Accenture Philippines dan TaskUs mengintegrasikan AI ke dalam layanan mereka.

Beacon 2026 dan Ekonomi Biru

Di sisi lain, Filipina juga memperkuat posisinya dalam ekonomi maritim. Beacon 2026, acara maritim terbesar di Filipina yang dijadwalkan September mendatang di SMX Convention Center Manila, akan fokus pada blue economy dan keamanan maritim. Acara ini menarik partisipasi dari lebih 200 perusahaan maritim dan teknologi kelautan.

Meskipun IMF dan Asian Development Bank (ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan Filipina untuk 2026, pengakuan WIPO ini menjadi sinyal positif bahwa fondasi ekonomi berbasis pengetahuan Filipina semakin kuat dan siap mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Post a Comment for "WIPO: Filipina Masuk Jajaran Pertumbuhan Tercepat dalam Investasi Ekonomi Berbasis Pengetahuan"