Yen Melemah ke Level 162 per Dolar AS
Mata uang yen Jepang jatuh ke level terendah dalam hampir 40 tahun terakhir, menembus angka 162 per dolar AS pada perdagangan Senin, 30 Juni 2026. Pelemahan ini dipicu oleh perbedaan kebijakan moneter antara Bank of Japan (BOJ) dan Federal Reserve AS yang semakin melebar.
Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, menegaskan kembali komitmen untuk mempertahankan suku bunga ultra-rendah di Jepang, sementara The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Spread suku bunga ini mendorong arus keluar modal dari Jepang ke aset berdenominasi dolar.
Dampak Regional terhadap Won Korea
Pelemahan yen yang tajam memberikan tekanan signifikan terhadap won Korea Selatan. Bank of Korea (BOK) melaporkan bahwa won melemah ke level 1.380 per dolar, level terlemah sejak krisis keuangan global 2008. Gubernur BOK, Rhee Chang-yong, menyatakan pihaknya "siap mengambil langkah stabilisasi pasar jika diperlukan."
Kekhawatiran utama bagi Korea Selatan adalah dampak terhadap impor dan daya saing ekspor. Jepang dan Korea Selatan bersaing langsung di sektor semikonduktor, otomotif, dan elektronik. Yen yang lemah memberikan keunggulan kompetitif bagi eksportir Jepang seperti Toyota, Sony, dan Samsung Electronics harus menghadapi tekanan margin.
Intervensi Pasar yang Diperkirakan
Kementerian Keuangan Jepang, yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Katsunobu Kato, dilaporkan sedang mempertimbangkan intervensi pasar valuta asing untuk menahan pelemahan yen lebih lanjut. Jepang terakhir kali melakukan intervensi yen pada tahun 2024, menghabiskan sekitar 9,8 triliun yen.
Analisis dari Goldman Sachs dan Nomura Holdings memproyeksikan yen bisa mencapai level 165 per dolar jika BOJ tidak mengubah sikap moneternya pada pertemuan kebijakan Juli mendatang. Situasi ini menjadi perhatian utama bagi pembuat kebijakan ekonomi di seluruh kawasan Asia Timur.
0 Comments