Warga Malaysia Ditangkap di Perbatasan Singapura: 28 Kartu ATM Ditemukan, Sindikat Scam Internasional Terungkap

Ilustrasi penangkapan terkait kasus scam

Penangkapan di Pos Pemeriksaan Woodlands

Seorang pria Malaysia berusia 24 tahun ditangkap oleh Polisi Singapura (Singapore Police Force/SPF) di pos pemeriksaan Woodlands pada Senin, 30 Juni 2026, setelah diketahui bertindak sebagai kurir untuk sindikat scam transnasional. Dari tersangka, polisi menyita 28 kartu ATM dan lebih dari SGD 50.000 dalam bentuk tunai.

Menurut keterangan SPF, tersangka diperintahkan oleh sindikat yang berbasis di Malaysia untuk menarik uang tunai dari rekening bank para korban penipuan (money mules) di berbagai mesin ATM di seluruh Singapura. Modus operandi ini merupakan bagian dari skema penipuan investasi yang lebih besar yang telah merugikan ratusan korban.

Modus Operandi dan Jaringan Transnasional

Investigasi awal mengungkap bahwa sindikat ini beroperasi melintasi perbatasan Malaysia-Singapura dengan sistem yang sangat terstruktur. Para korban di Singapura dihubungi melalui media sosial dan aplikasi pesan, kemudian diyakinkan untuk mentransfer dana ke rekening bank yang telah disiapkan sindikat.

Kartu ATM yang ditemukan pada tersangka terdaftar atas nama berbagai individu yang diyakini sebagai money mules. Polisi Singapura bekerja sama dengan Royal Malaysia Police (RMP) untuk mengidentifikasi anggota sindikat lainnya yang beroperasi di kedua negara.

Kasus yang Meningkat

Kepala Departemen Investigasi Kriminal Komersial (CCID) SPF, Asisten Komisaris Aileen Yap, menyatakan bahwa kasus penipuan dengan modus kurir langsung telah meningkat 40 persen dalam enam bulan terakhir. "Sindikat semakin menggunakan metode pengumpulan fisik karena kesadaran publik tentang transfer digital meningkat," ujarnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 420 Kanun Keseksaan Singapura tentang penipuan, dengan ancaman hukuman penjara hingga 10 tahun dan denda. Kasus ini menjadi peringatan bagi warga Singapura dan Malaysia untuk waspada terhadap tawaran investasi yang mencurigakan.

Post a Comment

0 Comments