Sekjen To Lam Kunjungi Thailand: Vietnam dan Thailand Sepakat Pererat Kerja Sama di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam, melakukan kunjungan bersejarah ke Thailand pada akhir Mei 2026 -- kunjungan tingkat tinggi pertamanya sejak menjabat sebagai pemimpin tertinggi Vietnam. Kunjungan ini menghasilkan serangkaian kesepakatan kerja sama bilateral yang mencakup perdagangan, investasi, dan keamanan maritim.
Kemitraan Strategis Baru Vietnam-Thailand
Menurut laporan Bloomberg dan The Star pada 28 Mei 2026, To Lam bertemu dengan Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra di Bangkok untuk membahas penguatan hubungan bilateral antara kedua negara ASEAN. Vietnam secara eksplisit menyatakan bahwa Thailand dipandang sebagai mitra strategis, bukan rival, di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral yang saat ini bernilai lebih dari 20 miliar dolar AS per tahun. Fokus utama kesepakatan meliputi kerja sama di sektor teknologi, energi terbarukan, dan pengembangan infrastruktur digital. Vietnam dan Thailand juga membahas kerja sama keamanan maritim di Teluk Thailand dan Laut China Selatan -- kawasan yang menjadi titik sengketa teritorial antara beberapa negara ASEAN dengan China. Menteri Luar Negeri Vietnam, Bui Thanh Son, menekankan bahwa penguatan hubungan dengan Thailand merupakan bagian dari strategi Vietnam untuk memperluas jaringan diplomatik di kawasan Asia Tenggara.
ASEAN Bersatu di Tengah Tekanan Eksternal
Kunjungan To Lam ke Thailand juga mencakup partisipasinya dalam Shangri-La Dialogue 2026 di Singapura -- forum keamanan tahunan terbesar di kawasan Asia-Pasifik. Dalam forum ini, To Lam bertemu dengan pemimpin-pemimpin dari Filipina, Singapura, dan negara-negara ASEAN lainnya untuk membahas tantangan keamanan regional. Perang dagang global yang dipicu oleh kebijakan tarif Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump telah memberikan tekanan ekonomi signifikan terhadap negara-negara ASEAN. Vietnam, sebagai salah satu eksportir terbesar di kawasan, mengalami dampak langsung dari kenaikan tarif AS terhadap produk manufaktur. Thailand juga terkena imbasnya, terutama di sektor otomotif dan pariwisata. Forum Masa Depan ASEAN (ASEAN Future Forum) 2026 yang diselenggarakan di Hanoi menyoroti pentingnya solidaritas regional. Vietnam menegaskan pesan persatuan kawasan sebagai respons terhadap ketidakpastian geopolitik global. Perdana Menteri Anwar Ibrahim dari Malaysia dan Presiden Ferdinand Marcos Jr. dari Filipina juga menyampaikan dukungan terhadap penguatan kohesi ASEAN.
Kunjungan To Lam ke Thailand menandai era baru dalam hubungan bilateral Vietnam-Thailand. Di tengah turbulensi geopolitik global, kedua negara ASEAN ini memilih jalan kolaborasi alih-alih kompetisi -- sebuah langkah yang diharapkan dapat memperkuat posisi ASEAN di panggung internasional.
0 Comments