Hari Kebebasan Pers 2026: Media Asia Tenggara Keluarkan Manifesto Bersama, Peringatkan Ancaman Big Tech dan AI

Hari Kebebasan Pers Asia Tenggara

Aliansi Media Independen Asia Tenggara Serukan Transparansi Algoritma Platform Digital

JAKARTA — Sejumlah media independen di Asia Tenggara mengeluarkan pernyataan bersama pada Hari Kebebasan Pers Dunia, 3 Mei 2026. Dalam manifesto mereka, aliansi media menyoroti kecenderungan platform media sosial mengaburkan karya jurnalistik, sehingga menjauhkan audiens dari berita terverifikasi.

Monopoli Big Tech atas Lanskap Digital

Aliansi media ini mengkritik kontrol monopoli perusahaan teknologi besar atas lanskap digital dan data audiens, yang telah merusak model ekonomi jurnalisme. Hal ini termasuk pengambilan konten jurnalistik oleh perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) tanpa kompensasi kepada media. Mereka menyerukan agar perusahaan teknologi mengimplementasikan algoritma transparan yang dirancang untuk melayani kebutuhan informasi publik.

Media yang menandatangani manifesto ini berasal dari Filipina, Malaysia, Kamboja, Myanmar, dan Indonesia. Dari Indonesia, Tempo menjadi satu-satunya yang menandatangani pernyataan tersebut.

Krisis Jurnalisme yang Terjadi Secara Senyap

Manifesto tersebut menuliskan bahwa krisis jurnalisme sedang terjadi di depan mata, namun secara senyap di tengah berita tentang peristiwa lain. Ketika Meta menurunkan prioritas konten berita di linimasa Facebook, hal itu semakin menyulitkan masyarakat menemukan jurnalisme di platform tersebut. Langkah ini memutuskan hubungan media dengan pembacanya.

Aliansi menyerukan semua pihak yang peduli kepentingan publik untuk bersama-sama membangun ruang digital yang sehat, yang saat ini masih didominasi platform besar.

Sumber: Tempo.co English, 3 Mei 2026

Post a Comment

0 Comments