Tembakan Maut di Skudai: Polisi Malaysia Tangkap 3 Tersangka, Korban Bekerja di Singapura

Lokasi penembakan fatal di Skudai, Johor Bahru

Penembakan Fatal di Skudai, Johor Bahru Hebohkan Warga

Johor Bahru — Kepolisian Daerah Johor berhasil menangkap tiga tersangka berusia 26 hingga 29 tahun yang diduga terlibat dalam penembakan fatal di kawasan Skudai, Johor Bahru, pada Sabtu (9/5/2026). Korban, seorang pria berusia 27 tahun, diketahui bekerja di Singapura dan menjadi target serangan di luar tempat hiburan setempat.

Kepala Kepolisian Johor Bahru, Datuk Abdul Rahim, menyatakan bahwa penangkapan dilakukan dalam waktu kurang dari 72 jam setelah insiden. "Tim investigasi bergerak cepat. Ketiga tersangka kini diamankan di Markas Polis Daerah Johor Bahru Selatan untuk pemeriksaan lanjutan," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (12/5/2026).

Kronologi dan Motif Penembakan

Berdasarkan keterangan saksi, insiden terjadi sekitar pukul 22.30 waktu setempat di luar sebuah outlet hiburan di Jalan Skudai. Korban yang baru pulang dari tempat kerja di Singapura melalui checkpoint Tuas, diduga ditembak beberapa kali oleh pelaku yang menunggu di dalam kendaraan bermotor.

Polisi mengindikasikan adanya motif pribadi atau konflik antar-kelompok yang mungkin melatarbelakangi serangan ini. "Kami masih menyelidiki apakah insiden ini terkait dengan jaringan sindiket perjudian ilegal yang marak beroperasi di kawasan Johor Bahru," tambah Datuk Abdul Rahim.

Korban Bekerja di Singapura, Keluarga Hancur

Korban diketahui merupakan warga Malaysia yang bekerja di sektor konstruksi di Singapura. Keluarga korban yang tinggal di kawasan Tampoi, Johor Bahru, menyatakan syok atas kejadian tersebut. "Dia baru saja pulang minggu itu. Kami tidak menyangka ini akan terjadi," ujar saudara korban yang enggan disebutkan namanya.

Insiden ini menambah daftar kekerasan bersenjata yang meningkat di kawasan Johor Bahru pada tahun 2026. Data Polis Diraja Malaysia (PDRM) menunjukkan bahwa angka penembakan fatal di Johor meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dengan Skudai dan Ulu Tiram menjadi kawasan paling rawan.

Respons Masyarakat dan Imbauan Keamanan

Warga kawasan Skudai menyuarakan kekhawatiran atas keamanan mereka. Ketua Kampung Skudai Kiri, Ahmad Fauzi, meminta kepolisian meningkatkan patroli di malam hari. "Kami merasa tidak aman. Anak-anak kami takut keluar setelah maghrib," katanya.

Sementara itu, Kedutaan Besar Malaysia di Singapura telah mengeluarkan imbauan bagi warganya yang bekerja di Singapura untuk tetap waspada saat perjalanan pulang-pergi melalui kedua checkpoint utama, yaitu Johor-Singapore Causeway dan Second Link.

Ketiga tersangka kini dijerat dengan Pasal 302 Kanun Keseksaan Malaysia (pembunuhan) yang dapat dikenakan hukuman mati mandatory jika terbukti bersalah. Persidangan diperkirakan akan dimulai dalam beberapa minggu mendatang di Mahkamah Tinggi Johor Bahru.

Post a Comment

0 Comments