Jepang Cabut Larangan Ekspor Senjata, Tiongkok dan Korsel Naik Pitam

Jepang militer dan pertahanan

Jepang Cabut Larangan Ekspor Senjata, Tiongkok dan Korsel Naik Pitam

TOKYO — Keputusan pemerintah Jepang untuk melonggarkan larangan ekspor senjata telah memicu gelombang ketegangan diplomatik di Asia Timur. Center for Strategic and International Studies (CSIS) dalam analisis terbarunya memperingatkan bahwa langkah ini berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan regional dan memicu respons balasan dari Tiongkok serta Korea Selatan.

Perubahan Kebijakan Pertahanan Bersejarah

Jepang secara historis menerapkan prinsip Three Principles on Transfer of Defense Equipment yang sangat membatasi ekspor peralatan militer. Pelonggaran aturan ini, yang disetujui oleh Kabinet Perdana Menteri Sanae Takaichi, memungkinkan Jepang mengekspor komponen pertahanan dan sistem senjata ke negara-negara mitra strategis, termasuk Australia, India, dan negara-negara ASEAN.

Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi membela kebijakan ini sebagai langkah yang diperlukan untuk memperkuat kemampuan industri pertahanan domestik dan mendukung kerja sama keamanan dengan sekutu.

Respons Beijing dan Seoul

Tiongkok melalui Kementerian Luar Negeri di Beijing mengecam keras keputusan Tokyo. Juru bicara Mao Ning menyatakan bahwa pelonggaran larangan ekspor senjata bertentangan dengan semangat konstitusi pasifis Jepang dan dapat mengancam perdamaian regional.

Di Seoul, Victor Cha, Presiden Departemen Geopolitik dan Kebijakan Luar Negeri CSIS serta Korea Chair, menilai bahwa Korea Selatan kemungkinan akan memberikan respons campuran.

Langkah Jepang ini juga mendapat dukungan dari Washington, di mana Pentagon menyatakan bahwa kemampuan industri pertahanan Jepang yang lebih kuat akan memperkuat arsitektur keamanan Indo-Pasifik secara keseluruhan.

Sumber: CNBC, MSN, CSIS, BBC

Post a Comment

0 Comments