Duta Besar Rusia di PBB Kritik Kerja Sama Militer Korsel-AS-Jepang: Ancaman Stabilitas Kawasan

Duta Besar Rusia Vasily Nebenzya di PBB

Duta Besar Rusia di PBB Kritik Kerja Sama Militer Korsel-AS-Jepang: Ancaman Stabilitas Kawasan

NEW YORK — Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vasily Nebenzya, secara terbuka mengkritik kerja sama militer yang semakin erat antara Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang. Pernyataan keras ini disampaikan pada sidang Dewan Keamanan PBB awal Mei 2026, menandai eskalasi retorika diplomatik Moskow terkait aliansi keamanan di Asia Timur.

Kritik Moskow terhadap Aliansi Trilateral

Dalam pidatonya di hadapan Dewan Keamanan, Nebenzya menyebut kerja sama trilateral tersebut sebagai "upaya yang mengganggu stabilitas kawasan Asia-Pasifik." Ia menuding bahwa latihan militer bersama dan peningkatan berbagi intelijen antara Washington, Seoul, dan Tokyo merupakan provokasi yang dapat memicu perlombaan senjata di kawasan.

"Rusia memandang dengan keprihatinan mendalam peningkatan aktivitas militer yang dilakukan oleh blok trilateral ini," tegas Nebenzya. "Langkah-langkah ini tidak berkontribusi pada perdamaian, melainkan justru meningkatkan ketegangan."

Konteks Geopolitik yang Memanas

Kritik ini muncul di tengah meningkatnya kerja sama keamanan antara ketiga negara. Pada 30 April 2026, Menteri Pertahanan Jepang mengumumkan rencana kunjungan resmi ke Seoul pada akhir Juni untuk membahas percepatan kerja sama pertahanan bilateral.

Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga telah memperkuat dialog keamanan bilateral sejak awal 2026. Di sisi lain, Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara, telah berulang kali mengecam kerja sama militer trilateral tersebut dan menggunakan sebagai pembenaran untuk program misil balistik Pyongyang.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok melalui juru bicaranya Guo Jia Kun juga menyuarakan kekhawatiran serupa, menyebut bahwa kerja sama militer trilateral dapat memicu "siklus aksi-reaksi" yang berbahaya di kawasan.

Sumber: Korea JoongAng Daily, UPI, Reuters

Post a Comment

0 Comments