Media Asia Tenggara Keluarkan Pernyataan Bersama: Big Tech dan AI Ancam Kebebasan Pers

Kebebasan pers di Asia Tenggara terancam teknologi

Media Asia Tenggara Keluarkan Pernyataan Bersama: Big Tech dan AI Ancam Kebebasan Pers

JAKARTA — Sejumlah media independen di Asia Tenggara mengeluarkan pernyataan bersama pada Hari Kebebasan Pers Dunia, memperingatkan bahwa perusahaan teknologi besar (Big Tech) dan kecerdasan buatan (AI) menjadi ancaman serius terhadap kebebasan pers di kawasan ini.

Ancaman dari Platform Digital

Menurut laporan Tempo.co, pernyataan bersama ini menyoroti bagaimana platform digital seperti Meta, Google, dan TikTok mendominasi distribusi informasi di Asia Tenggara. Algoritma yang dikendalikan perusahaan teknologi ini sering kali memprioritaskan konten viral dan sensasional daripada jurnalisme berkualitas, mengikis pendapatan media independen.

Generasi AI juga menimbulkan kekhawatiran baru. Teknologi deepfake dan konten yang dihasilkan AI semakin sulit dibedakan dari berita asli, menciptakan tantangan besar dalam memerangi misinformasi dan disinformasi di kawasan yang sudah rentan terhadap propaganda digital.

Tantangan Kebebasan Pers di ASEAN

Kawasan Asia Tenggara memiliki catatan kebebasan pers yang beragam. Negara-negara seperti Filipina dan Myanmar menghadapi tekanan pemerintah yang signifikan terhadap media, sementara Indonesia dan Malaysia menunjukkan kemajuan meskipun masih ada tantangan. Pernyataan bersama ini menyerukan perlindungan yang lebih kuat bagi jurnalis dan kebebasan berekspresi di seluruh ASEAN.

Menurut The Nation Thailand, laporan dari berbagai organisasi pemantau pers menunjukkan penurunan indeks kebebasan pers di beberapa negara Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir. Tekanan dari pemerintah, intimidasi terhadap jurnalis, dan regulasi yang membatasi menjadi faktor utama yang disebutkan dalam laporan tersebut.

Sumber: Tempo.co, The Nation Thailand, Kyoto Review of Southeast Asia, The Himalayan Times

Post a Comment

0 Comments