Jepang Kembangkan Drone Kardus Murah untuk Pertahanan, Gantikan Helikopter Tempur dengan Robot Berpeluru Kendali
TOKYO — Kementerian Pertahanan Jepang sedang mengeksplorasi pengembangan drone murah yang sebagian besar terbuat dari kardus sebagai bagian dari strategi pertahanan masa depan. Menurut laporan yang dikutip MSN dan Vozpopuli, Tokyo berencana menggantikan fungsi helikopter tempur dan kendaraan anti-tank dengan sistem tanpa awak yang lebih ekonomis dan dapat dilepas pakai.
Strategi Drone Biaya Rendah
Dalam dokumen perencanaan resmi, pemerintah Jepang menyatakan bahwa fungsi yang sebelumnya ditangani helikopter tempur dan kendaraan anti-tank akan dialihkan ke drone murah yang dapat diproduksi massal. Pendekatan ini memungkinkan Jepang untuk memperkuat kemampuan pertahanan tanpa menguras anggaran secara berlebihan.
Menurut laporan Vozpopuli pada 20 April 2026, Jepang secara resmi mengakhiri era helikopter tempur konvensional dan beralih ke robot bersenjatakan rudal. Keputusan ini menandai transformasi besar dalam doktrin militer Jepang yang selama ini mengandalkan platform berawak untuk misi-misi berbahaya.
Konteks Pertahanan Regional
Langkah ini sejalan dengan strategi pertahanan yang lebih luas yang diusung Perdana Menteri Sanae Takaichi. The Diplomat mencatat pada 6 Mei 2026 bahwa China dan Jepang memasuki fase persaingan yang semakin berbahaya, di mana masing-masing pihak semakin yakin bahwa pihak lain sedang bersiap untuk konflik.
Defense News melaporkan bahwa konsep drone kardus bukan ide baru — berbagai negara telah mengeksplorasi drone sekali pakai berbahan dasar murah untuk pengintaian dan serangan terbatas. Namun, langkah Jepang untuk secara resmi mengadopsi teknologi ini sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional merupakan perkembangan signifikan di kawasan Asia Timur.
Sumber: Defense News, MSN, Vozpopuli, The Diplomat, Japan Forward
0 Comments