Pasar Asia Campur, Harga Minyak Melonjak Seiring Ketegangan Iran, Nikkei Tembus Rekor

Pasar saham Asia

Pasar Asia Campur, Harga Minyak Melonjak Seiring Ketegangan Iran, Nikkei Tembus Rekor Baru

TOKYO — Bursa saham di Asia menunjukkan pergerakan campuran pada Senin, 27 April 2026, sementara harga minyak mentah melonjak lebih dari $1 per barel seiring dengan ketidakpastian dalam pembahasan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo mencatat rekor baru.

Pergerakan Bursa Asia

Indeks Nikkei 225 menguat signifikan didorong oleh sentimen positif dari penutupan pasar saham Wall Street pada akhir pekan sebelumnya. Saham-saham teknologi Jepang seperti Sony Group, SoftBank Group, dan Toyota Motor mencatatkan kenaikan yang menggairahkan investor.

Di sisi lain, bursa di kawasan Asia Tenggara menunjukkan ketidakpastian. Straits Times Index di Singapura bergerak sempit, sementara FTSE Bursa Malaysia KLCI dan Jakarta Composite Index (JCI) mencatatkan penurunan marginal. Investor masih menunggu kejelasan terkait negosiasi gencatan senjata AS-Iran yang berlangsung di Wina, Austria.

Harga Minyak dan Dampaknya

Harga minyak mentah Brent dan WTI melonjak tajam karena kekhawatiran gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Pembahasan gencatan senjata 45 hari yang difasilitasi oleh mediator internasional masih belum mencapai kesepakatan final, membuat pasar energi tetap volatil.

Analis dari Bloomberg Economics dan Goldman Sachs memperingatkan bahwa jika negosiasi gagal, harga minyak bisa terus merayap naik dan memberikan tekanan inflasi pada ekonomi Asia, khususnya negara-negara pengimpor minyak seperti India, Thailand, dan Filipina.

Sumber: Associated Press, Bloomberg, Reuters — 27 April 2026

Post a Comment

0 Comments