Menlu Bangladesh Temui Jaishankar di New Delhi, Desak Pengembalian Mantan PM Sheikh Hasina

Pertemuan diplomatik Bangladesh-India

Menteri Luar Negeri Bangladesh Temui Menlu India Jaishankar, Desak Pengembalian Mantan PM Sheikh Hasina

NEW DELHI — Menteri Luar Negeri Bangladesh mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar pada 8 April 2026. Dalam pertemuan yang berlangsung di Kementerian Luar Negeri India, topik utama yang dibahas adalah permintaan pengembalian mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina yang kini berada dalam pengasingan di India.

Konteks Politik Bangladesh

Sheikh Hasina, yang memimpin Bangladesh selama lebih dari 15 tahun, meninggalkan negara itu pada Agustus 2025 menyusul gelombang protes besar-besaran yang dipicu oleh kontroversi sistem kuota pekerjaan pemerintah. Protes tersebut berujung pada pengunduran dirinya dan pembentukan pemerintahan sementara yang dipimpin oleh Nobel laureate Muhammad Yunus.

Pemerintahan sementara Bangladesh telah menyiapkan jadwal pemilihan umum untuk awal 2026. Dalam konteks ini, kehadiran Sheikh Hasina di India menjadi isu sensitif dalam hubungan bilateral kedua negara. Bangladesh meminta India mempertimbangkan untuk mengekstradisi atau setidaknya memfasilitasi kepulangan mantan PM tersebut.

Hubungan Bangladesh-India

Hubungan diplomatik antara Dhaka dan New Delhi telah mengalami ketegangan sejak pergantian kekuasaan di Bangladesh. India, yang sebelumnya memiliki hubungan erat dengan pemerintahan Sheikh Hasina, kini harus menyesuaikan pendekatan diplomatiknya terhadap pemerintah sementara di bawah Muhammad Yunus.

Selain isu Sheikh Hasina, kedua negara juga membahas kerja sama di bidang perdagangan, keamanan perbatasan, dan pengelolaan sumber daya air bersama, termasuk sungai-sungai lintas batas seperti Sungai Teesta. Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin juga dilaporkan telah melakukan kunjungan diplomatik ke London untuk memperkuat dukungan internasional terhadap transisi demokrasi di negaranya.

Sumber: The Indian Express, Reuters, Asia News — 8 April 2026

Post a Comment

0 Comments