
Korut Sebut Kritik Jepang Soal Program Nuklir Sebagai "Provokasi Serius"
Pyongyang — Korea Utara secara keras menanggapi kritik Jepang terhadap program nuklir dan rudal Pyongyang, menyebutnya sebagai "provokasi serius" yang tidak dapat ditoleransi. Pernyataan ini dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Korea Utara pada pertengahan April 2026, menanggapi pernyataan resmi pemerintah Jepang yang menyatakan keprihatinan terhadap uji coba rudal balistik terbaru Korut.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Korea Utara menegaskan bahwa program pertahanan nuklir negara tersebut adalah hak berdaulat dan tidak dapat diganggu gugat oleh negara lain. "Jepang tidak memiliki hak moral untuk mengkritik program pertahanan kami," tulis pernyataan resmi yang disiarkan oleh Korean Central News Agency (KCNA).
Konteks Uji Coba Rudal Terbaru
Ketegangan ini terjadi setelah Korea Utara meluncurkan lima rudal balistik jarak pendek (SRBM) yang dilengkapi dengan hulu ledak cluster ke arah target di Laut Jepang pada 24 April 2026. Peluncuran ini merupakan yang kedua dalam bulan April, menandakan percepatan program uji coba militer di bawah kepemimpinan Kim Jong-un.
Menurut US Naval Institute (USNI), rudal-rudal tersebut diluncurkan dari wilayah Hamgyong Selatan dan menempuh jarak sekitar 400 kilometer sebelum jatuh di zona ekonomi eksklusif Jepang. Pemerintah Jepang, di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi, telah memprotes keras peluncuran ini melalui saluran diplomatik.
Dampak Terhadap Stabilitas Kawasan
Hubungan Jepang-Korea Utara telah berada di titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Selain isu nuklir, ketegangan juga dipicu oleh isu penculikan warga Jepang oleh agen Korea Utara pada dekade 1970-an dan 1980-an yang hingga kini belum terselesaikan sepenuhnya.
Kementerian Pertahanan Jepang telah meningkatkan kesiapan sistem pertahanan rudal Aegis di perairan sekitar, sementara Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat (USINDOPACOM) menyatakan solidaritas penuh dengan sekutu Jepang.
Sumber: USNI News, Korea JoongAng Daily, KCNA, Yahoo News
0 Comments