Drama Singapura Highway to Somewhere Picu Kemarahan Malaysia, Dianggap Citrakan Malaysia Sebagai Pusat Scam

Drama Highway to Somewhere Mediacorp Singapura

Drama Highway to Somewhere Picu Kontroversi Singapura-Malaysia

KUALA LUMPUR — Serial drama produksi Mediacorp Singapura berjudul "Highway to Somewhere" memicu gelombang protes dari berbagai kelompok masyarakat Malaysia setelah serial tersebut menampilkan Malaysia sebagai pusat jaringan penipuan online (scam). Serial yang diproduksi pada 2026 ini menceritakan sekelompok teman yang terjerat sindikat penipuan saat berlibur di Malaysia.

Isi Kontroversi dan Reaksi Masyarakat Malaysia

"Highway to Somewhere" mengisahkan para karakter utama yang secara tidak sengaja terlibat dengan sindikat penipuan digital yang beroperasi dari wilayah Malaysia. Serial ini telah ditayangkan di platform streaming meWATCH dan Channel 5 Mediacorp, serta mendapat perhatian luas di media sosial kedua negara.

Beberapa organisasi masyarakat Malaysia, termasuk Persatuan Pelancongan Malaysia (MATTA) dan Malaysian Chinese Association (MCA), menyampaikan protes resmi. "Serial ini secara tidak adil mencitrakan Malaysia sebagai surga kejahatan siber dan scam center, yang dapat merusak reputasi pariwisata dan investasi negara," ujar Presiden MATTA, Dr. Mohammad Al-Amin Abdul Majid.

Warga Malaysia di platform X (Twitter) dan TikTok juga membanjiri tagar #BoycottHighwayToSomewhere, menuntut permintaan maaf resmi dari Mediacorp dan penarikan serial tersebut.

Tanggapan Mediacorp dan Pemerintah

Mediacorp dalam pernyataannya membela produksi tersebut sebagai karya fiksi yang dimaksudkan untuk mengedukasi publik tentang bahaya penipuan online. "Highway to Somewhere adalah drama fiksi yang bertujuan meningkatkan kesadaran tentang ancaman scam di Asia Tenggara. Ini bukan representasi faktual tentang Malaysia," kata juru bicara Mediacorp.

Serial ini disutradarai oleh Daniel Yun, produser senior Mediacorp yang dikenal dengan karya-karya bertemakan kejahatan dan drama sosial. Para pemeran utamanya termasuk Jesseca Liu, Jeremy Chan, dan Chantalle Ng.

Kementerian Komunikasi dan Informasi Malaysia (KOMDIK) melalui Menteri Ahmad Fahmi Mohamed Fadzil menyatakan bahwa pihaknya akan meninjau apakah serial ini melanggar etika produksi konten bilateral. Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informasi Singapura (MCI) belum mengeluarkan tanggapan resmi.

Sumber: AsiaNews, The Rakyat Post, MSN, Straits Times

Post a Comment

0 Comments