
China Kirim Kapal Induk Latihan Militer di Perairan Timur Filipina
MANILA — Sebuah kapal induk Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) China terlihat menggelar latihan militer di perairan timur Filipina, menurut laporan The Japan Times pada 2 Juni 2026. Latihan ini menjadi eskalasi terbaru dalam sengketa teritorial yang berlangsung di Laut China Selatan.
Respon Manila dan Washington
Kementerian Pertahanan Nasional Filipina (DND) melalui Sekretaris Gilberto Teodoro Jr. menyatakan keprihatinan mendalam atas manuver militer China. Filipina menegaskan bahwa latihan kapal induk China melanggar Exclusive Economic Zone (EEZ) yang diakui berdasarkan putusan Mahkamah Arbitrase Permanen di Den Haag pada 2016.
Sementara itu, Pentagon melalui Kementerian Pertahanan AS menegaskan kembali komitmen berdasarkan Perjanjian Pertahanan Bersama AS-Filipina (Mutual Defense Treaty) tahun 1951. Laksamana Samuel Paparo, Panglima Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM), menyatakan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut Ketujuh AS (US Seventh Fleet) akan terus melakukan patroli rutin di kawasan.
Patroli China di Karang Ayungin
Selain latihan kapal induk, Kementerian Luar Negeri China membenarkan bahwa Kesatuan Penjaga Pantai China (CCG) meningkatkan patroli di sekitar Karang Ayungin (Second Thomas Shoal), tempat Angkatan Laut Filipina menempatkan kapal usang BRP Sierra Madre sebagai pos terdepan.
Koordinator Dewan Keamanan Nasional Filipina, Eduardo Año, menyebut aktivitas China sebagai "provokasi terkoordinasi" yang bertujuan mengubah status quo di kawasan. Filipina telah mengajukan protes diplomatik melalui Kedutaan Besar China di Manila.
Ketegangan ini juga berdampak pada negosiasi bilateral antara Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan Perdana Menteri Sanae Takaichi dari Jepang, yang baru-baru ini membahas kerja sama pertahanan termasuk potensi penjualan sistem pertahanan udara Kawasaki Heavy Industries ke Filipina.
Sumber: The Japan Times, Jakarta Post, Reuters, 2 Juni 2026
0 Comments