Tiga Bos Penipuan China Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup di Filipina: 1.200 Orang Diselamatkan dari Compound Scam di Mabalacat City

Operasi penegakan hukum terhadap sindikat perdagangan manusia di Filipina

Hukuman Seumur Hidup bagi Hong Li Ji, Tan Yong, dan Infandi atas Perdagangan Manusia dan Penipuan Daring

Manila — Tiga warga negara Tiongkok yang menjadi dalang di balik operasi sindikat penipuan besar di Filipina dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas tuduhan perdagangan manusia, setelah lebih dari 1.200 orang berhasil diselamatkan dari compound yang beroperasi di Mabalacat City.

Hong Li Ji, Tan Yong, dan Infandi — yang menggunakan alias 'Big Boss', 'Beta', dan 'Ace' — diidentifikasi oleh otoritas Filipina sebagai pemimpin operasi perusahaan judi online bernama Colorful and Leap Group Co yang juga berfungsi sebagai pusat penipuan kripto dan roman scam. Pada 4 Mei 2026, Hakim Rodrigo del Rosario memvonis ketiganya bersalah melampaui keraguan yang wajar atas pelanggaran undang-undang anti-perdagangan manusia Filipina.

Penggerebekan PAOCC Mei 2023 Mengungkap Skala Besar

Operasi tersebut dibongkar dalam penggerebekan Mei 2023 yang dipimpin oleh Presidential Anti-Organised Crime Commission (PAOCC) Filipina. Otoritas melaporkan penggerebekan itu berhasil menyelamatkan 1.137 warga negara asing dan 129 warga Filipina, banyak di antaranya diperdagangkan dan dipaksa menjalankan penipuan yang menargetkan korban di Filipina dan luar negeri.

Ketiga bos tersebut masing-masing dijatuhi hukuman seumur hidup dan denda PHP$2 juta (sekitar US$45.000). "Vonis ini merupakan bukti komitmen teguh pemerintah Filipina untuk memberantas perdagangan manusia," ujar mantan kepala PAOCC Gilbert Cruz.

Korban Dipaksa Jalankan Roman Scam dan Penipuan Kripto

Di antara yang diselamatkan terdapat warga dari Tiongkok, Vietnam, Indonesia, dan Malaysia yang diduga dipaksa berpartisipasi dalam roman scam dan penipuan kripto. Otoritas menyatakan para korban direkrut secara tidak sah, dibawa ke Filipina, dan ditempatkan di compound tempat paspor mereka disita.

Seorang korban dengan nama samaran Marcus, yang testimoninya difasilitasi oleh organisasi International Justice Mission (IJM), mengatakan ia diperdagangkan ke Filipina pada 2022 dan dipaksa menjalankan roman scam menggunakan foto model bayaran untuk membuat profil kencan palsu. Marcus menggunakan skrip percakapan untuk membangun kepercayaan dengan korban sebelum mengarahkan mereka ke platform investasi kripto penipuan.

Sumber: Information Age, PAOCC, International Justice Mission

Post a Comment

0 Comments