
Standard Chartered Hadapi Gugatan US$2,7 Miliar di Singapore Terkait Skandal 1MDB
SINGAPORE — Likuidator yang bertugas memulihkan aset dari dana kekayaan negara Malaysia 1Malaysia Development Berhad (1MDB) telah menggugat Standard Chartered Bank di pengadilan Singapore. Gugatan ini alleging bahwa bank Inggris tersebut memungkinkan penipuan yang menyebabkan kerugian finansial lebih dari US$2,7 miliar lebih dari satu dekade lalu.
Peran Standard Chartered dalam Aliran Dana 1MDB
Menurut dokumen gugatan yang diajukan di High Court of Singapore, Standard Chartered diduga memfasilitasi transfer dana mencurigakan melalui rekening yang dikelola oleh Good Star Limited dan Brazen Sky Limited — dua entitas yang dikendalikan olehLow Taek Jho, atau yang lebih dikenal sebagai Jho Low, dalang utama skandal 1MDB. Bank tersebut diduga mengabaikan tanda-tanda pencucian uang yang jelas dari transaksi-transaksi bernilai besar.
Kasus ini merupakan kelanjutan dari penyelidikan panjang yang melibatkan otoritas di beberapa negara, termasuk Departemen Kehakiman AS (DOJ), Monetary Authority of Singapore (MAS), dan Bank Negara Malaysia.
Dampak terhadap Reputasi Perbankan Global
Gugatan terhadap Standard Chartered menambah daftar panjang lembaga keuangan global yang terlibat dalam skandal 1MDB. Sebelumnya, Goldman Sachs telah membayar denda miliaran dolar kepada berbagai pemerintah terkait peran mereka dalam penerbitan obligasi 1MDB. Bank Falcon Private Bank di Singapore juga telah ditutup oleh MAS atas keterlibatannya.
Standard Chartered dalam pernyataannya menegaskan bahwa mereka bekerja sama penuh dengan otoritas dan telah menerapkan reformasi kepatuhan yang signifikan sejak skandal ini pertama kali terungkap.
Sumber: Reuters, Bloomberg
0 Comments