Prabowo Umumkan Target Defisit Fiskal 2027 di Tengah Ketidakpastian Global
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 20 Mei 2026, secara resmi mengumumkan target defisit fiskal Indonesia untuk tahun anggaran 2027, yakni dalam kisaran 1,8% hingga 2,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pengumuman ini disampaikan sebagai bagian dari upaya pemerintah mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 6%.
Keputusan tersebut diumumkan di tengah tekanan ekonomi global yang terus meningkat, termasuk dampak dari konflik Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak mentah. Bank Indonesia sebelumnya mencatat bahwa ekonomi Indonesia tumbuh pada tingkat tercepat dalam lebih dari tiga tahun pada kuartal pertama 2026.
Strategi Fiskal Pemerintah Prabowo Hadapi Tantangan Ekonomi
Kementerian Keuangan Indonesia di bawah pimpinan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menyusun kerangka fiskal yang bertujuan menyeimbangkan antara stimulus pertumbuhan dan disiplin anggaran. Target defisit 1,8%-2,4% ini berada di bawah batas maksimum 3% yang ditetapkan Undang-Undang Keuangan Negara.
Sementara itu, Bank Dunia dalam laporannya pada April 2026 sempat memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7%, mengutip dampak kenaikan harga minyak dan gas akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) tercatat melonjak hingga US$117,31 per barel pada April 2026.
Respons Pasar dan Analis Ekonomi
Para ekonom dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia menilai bahwa target defisit yang dikendalikan ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap stabilitas fiskal jangka panjang, meskipun di tengah tekanan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga energi global.
0 Comments