
Otoritas Moneter Singapura Gandeng Bank dan Kepolisian, Gunakan AI Lawan Kejahatan Keuangan
SINGAPURA — Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) mengumumkan pada Mei 2026 bahwa mereka tengah bekerja sama dengan industri perbankan, Government Technology Agency (GovTech), dan Kepolisian Singapura (Singapore Police Force) untuk memperkuat deteksi kejahatan keuangan menggunakan teknologi artificial intelligence dan machine learning (AI/ML).
Kolaborasi Lintas Sektor
Inisiatif ini melibatkan sejumlah bank besar yang beroperasi di Singapura, termasuk DBS Bank, OCBC Bank, United Overseas Bank (UOB), serta bank-bank internasional seperti Standard Chartered dan HSBC. Sistem AI yang dikembangkan akan mampu menganalisis pola transaksi secara real-time dan mengidentifikasi aktivitas mencurigakan yang mungkin terlewatkan oleh sistem deteksi konvensional.
Deputi Managing Director MAS menyatakan bahwa teknologi AI/ML ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas deteksi pencucian uang, penipuan daring, dan pendanaan terorisme hingga 40 persen dibandingkan metode yang ada saat ini. Sistem ini juga akan terintegrasi dengan database Commercial Affairs Department (CAD) kepolisian untuk mempercepat respons terhadap ancaman keuangan.
Langkah Proaktif Singapura
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kejahatan keuangan di kawasan Asia Tenggara, termasuk kasus pencucian uang S$3 miliar yang terungkap pada 2023 dan melibatkan puluhan tersangka asing. Singapura, sebagai salah satu pusat keuangan terbesar di dunia, menjadi target utama bagi sindikat kejahatan keuangan global.
Dengan adopsi teknologi AI ini, Singapura ingin mempertahankan reputasinya sebagai pusat keuangan yang aman, transparan, dan berstandar internasional. GovTech akan bertanggung jawab dalam pengembangan infrastruktur teknis, sementara MAS menyediakan kerangka regulasi dan pengawasan yang diperlukan.
0 Comments