Wartawan Indonesia Ditangkap di Laut Tengah saat Misi Kemanusiaan
JAKARTA — Jurnalis dari surat kabar Republika, Bambang Noroyono, dilaporkan telah ditahan oleh Tentara Pertahanan Israel (IDF) di perairan internasional pada 18 Mei 2026. Penangkapan terjadi saat Bambang Noroyono sedang meliput kegiatan Global Sumud Flotilla 2026, sebuah misi kapal kemanusiaan yang bertujuan menembus blokade maritim Gaza.
Berdasarkan laporan yang dikutip Tempo.co English, Bambang Noroyono merupakan salah satu dari puluhan aktivis dan jurnalis internasional yang bergabung dalam konvoi kapal Global Sumud Flotilla. Misi ini diorganisir oleh koalisi organisasi pro-Palestina dari berbagai negara, termasuk Freedom Flotilla Coalition yang berbasis di Turki dan Swedia.
Respons Pemerintah Indonesia
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Sugiono telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menuntut pelepasan segera Bambang Noroyono dan mendesak Pemerintah Israel untuk menghormati kebebasan pers dan keselamatan jurnalis.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Dewan Pers Indonesia juga mengeluarkan pernyataan kecaman terhadap penangkapan tersebut. Reporter Tanpa Batas (Reporters Without Borders/RSF) mencatat bahwa Israel telah menahan puluhan jurnalis asing selama konflik Gaza yang berlanjut sejak Oktober 2023.
Global Sumud Flotilla: Misi Kemanusiaan yang Berisiko
Global Sumud Flotilla merupakan kelanjutan dari tradisi aktivisme maritim yang dimulai sejak Mavi Marmara pada 2010. Flotilla tahun 2026 melibatkan kapal-kapal dari lebih dari 20 negara, termasuk perwakilan dari Indonesia, Malaysia, Turki, Norwegia, dan Aljazair.
0 Comments