Gunung Dukono Erupsi di Halmahera: Tiga Pendaki Tewas, Video Lama Disalahartikan sebagai Rekaman Evakuasi Korban

Gunung Dukono, gunung berapi aktif di Halmahera, Maluku Utara

Erupsi Mendadak Gunung Dukono Menewaskan Tiga Pendaki

MALUKU UTARA — Gunung Dukono, salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, mengalami erupsi mendadak pada 8 Mei 2026 yang mengakibatkan tiga pendaki tewas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa erupsi terjadi saat sejumlah pendaki berada di sekitar kawasan puncak di Kabupaten Halmahera Utara.

Para korban teridentifikasi merupakan pendaki lokal yang mendaki tanpa izin resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara. Kepala PVMBG menyatakan bahwa status Gunung Dukono sebelumnya telah berada pada level Siaga (Level III), dengan radius aman 3 kilometer dari kawah utama.

Hoaks Video Lama Menyesatkan Publik

Pasca-erupsi, sebuah video lama yang memperlihatkan aktivitas vulkanik Gunung Dukono beredar luas di media sosial dan diklaim sebagai rekaman evakuasi korban pendaki dari puncak. AFP Fact Check pada 12 Mei 2026 mengkonfirmasi bahwa video tersebut merupakan rekaman lama dan tidak ada hubungannya dengan insiden erupsi Mei 2026.

Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait bencana alam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau aktivitas Gunung Dukono dan telah mengeluarkan rekomendasi zona aman bagi warga di sekitar Kecamatan Malifut dan Kecamatan Tobelo.

Sejarah Letusan Gunung Dukono

Gunung Dukono terletak di ujung utara Pulau Halmahera dan telah menunjukkan aktivitas erupsi hampir kontinu sejak 1933. Bersama dengan Gunung Ibu di wilayah yang sama, Dukono merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire) yang melintasi wilayah Indonesia dari Sumatera hingga Papua.

Post a Comment

0 Comments