AS Jatuhkan Sanksi terhadap Senator Kamboja Kok An: Dituding Lindungi Jaringan Penipuan Siber Senilai Miliaran Dolar

Senator Kamboja Kok An yang dikenai sanksi AS atas dugaan keterlibatan jaringan scam

Kementerian Keuangan AS Sanksi Senator Kamboja Terkait Operasi Penipuan

WASHINGTONKementerian Keuangan Amerika Serikat (US Treasury Department) pada 24 April 2026 secara resmi menjatuhkan sanksi terhadap Kok An, seorang senator Kamboja, beserta jaringan asosiasinya. Sanksi ini dijatuhkan atas tuduhan bahwa Kok An menggunakan pengaruh politiknya untuk melindungi jaringan pusat penipuan siber (cyber fraud) yang beroperasi di Kamboja dan Myanmar.

Berdasarkan pengumuman Kantor Pengendalian Aset Asing (OFAC) di bawah Kementerian Keuangan AS, jaringan yang dilindungi Kok An telah menipu ribuan warga Amerika Serikat dan negara lainnya melalui operasi penipuan investasi, romance scam, dan pemerasan daring. Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.

Kamboja dan Myanmar Jadi Pusat Penipuan Siber Asia Tenggara

Associated Press melaporkan bahwa Kamboja dan Myanmar telah menjadi pusat operasi penipuan siber terbesar di Asia Tenggara. Ribuan pekerja dari China, Vietnam, India, dan negara-negara lain dilaporkan terjerat dalam sindikat ini, banyak di antaranya dipaksa bekerja dalam kondisi yang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) disebut sebagai "perbudakan modern".

Kantor Kejaksaan Agung AS menyatakan bahwa sanksi terhadap Kok An merupakan bagian dari operasi penegakan hukum berskala besar yang melibatkan FBI, Departemen Kehakiman AS, dan lembaga penegak hukum di Thailand, Malaysia, dan Filipina.

Respons Pemerintah Kamboja

Kementerian Luar Negeri Kamboja belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai sanksi ini. Namun, Perdana Menteri Hun Manet sebelumnya telah berjanji untuk memberantas kejahatan siber di negaranya. Interpol mencatat bahwa operasi penangkapan terhadap jaringan penipuan siber di Asia Tenggara telah menyelamatkan lebih dari 12.000 korban perdagangan manusia sejak 2023.

Post a Comment

0 Comments