Pasar Saham Asia Mixed Hari Ini, Investor Tunggu Negosiasi Gencatan Senjata AS-Iran

Pasar saham Asia berfluktuasi

Pasar Saham Asia Mixed Hari Ini, Investor Tunggu Negosiasi Gencatan Senjata AS-Iran

JAKARTA — Bursa saham Asia menunjukkan pergerakan mixed pada Selasa (21/4/2026) saat investor mencermati perkembangan negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan geopolitik yang dipicu oleh ultimatum Presiden Donald Trump terhadap Teheran terus menjadi faktor utama yang mempengaruhi sentimen pasar global.

Indeks Utama Asia Terpencar

Nikkei 225 Jepang menguat tipis 0,3% ke level 38.450, didukung oleh pelemahan yen terhadap dolar AS. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong tertekan 0,5% akibat kekhawatiran dampak perang Iran terhadap pasokan energi global. Shanghai Composite Cina juga melemah 0,2% di tengah ketidakpastian perdagangan.

Di Asia Tenggara, Straits Times Index Singapura turun 0,4%, sedangkan FTSE Bursa Malaysia KLCI stagnan di 1.520. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia tercatat naik marginal 0,1% ke 6.890, ditopang oleh sektor perbankan dan konsumer.

Dampak Tarif Trump dan Krisis Energi

Analis dari Macquarie Securities mencatat bahwa pasar Asia masih berada di bawah tekanan ganda dari tarif perdagangan yang diberlakukan pemerintahan Trump dan potensi krisis energi akibat konflik di Timur Tengah. "Harga minyak Brent yang bertahan di atas $95 per barel menjadi beban utama bagi ekonomi importir energi di Asia Tenggara," tulis analis Macquarie dalam catatan risetnya.

Bank of Japan dan Monetary Authority of Singapore dikabarkan memantau ketat pergerakan mata uang masing-masing, sementara Bank Indonesia telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di 4,75% guna menjaga stabilitas rupiah.

Sumber: Times of India, Reuters, Bloomberg

Post a Comment

0 Comments