Filipina dan AS Resmi Gelar Latihan Militer Balikatan 2026, Terbesar Sepanjang Sejarah

Latihan militer Balikatan Filipina-AS 2026

Filipina dan AS Resmi Gelar Latihan Militer Balikatan 2026, Terbesar Sepanjang Sejarah

MANILA — Filipina dan Amerika Serikat resmi membuka latihan militer gabungan Balikatan 2026 pada Selasa (21/4/2026), menjadikannya edisi terbesar yang pernah digelar oleh kedua negara sekutu tersebut. Latihan tahunan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat perang Iran yang masih berlangsung dan persaingan pengaruh di kawasan Indo-Pasifik.

Skala Latihan Belum Pernah Ada Sebelumnya

Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro menyatakan bahwa latihan kali ini melibatkan lebih dari 9.000 personel militer dari Armed Forces of the Philippines (AFP) dan US Indo-Pacific Command. Latihan ini mencakup simulasi operasi amfibi, pertahanan udara, dan operasi siber di berbagai lokasi strategis termasuk Pulau Luzon, Palawan, dan Laut China Selatan.

Komandan AFP Jenderal Romeo Brawner Jr. menekankan bahwa Balikatan 2026 bertujuan memperkuat interoperabilitas kedua angkatan bersenjata dalam menghadapi tantangan keamanan regional yang semakin kompleks. "Latihan ini bukan ditujukan kepada negara manapun, namun merupakan komitmen kami untuk menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan," ujar Brawner dalam sambutan pembukaan.

Isu Akses Basis Militer Menjadi Sorotan

Di sisi lain, Menteri Teodoro juga mengungkapkan bahwa akses militer AS ke basis-basis di Filipina masih terkendala masalah kepemilikan lahan. Dari sembilan lokasi yang tercakup dalam perjanjian Enhanced Defense Cooperation Agreement (EDCA), hanya sebagian kecil yang telah sepenuhnya operasional. "Penggunaan marjinal basis-basis yang dapat diakses oleh militer AS masih dibatasi oleh isu-isu lahan yang belum terselesaikan," kata Teodoro.

Latihan Balikatan 2026 dijadwalkan berlangsung hingga awal Mei 2026, dengan melibatkan juga观察者 dari negara-negara sekutu seperti Jepang dan Australia. Kehadiran观察者 ini menandai semakin kuatnya arsitektur keamanan multilateral di kawasan Indo-Pasifik.

Sumber: The Diplomat, The Star, USNI News

Post a Comment

0 Comments